Sinode GPM Dorong Keluarga Kristen Hidupkan Kembali Tradisi Piring Natsar

  • 02 Sep 2026 08:03 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) mendorong keluarga kristen menghidupkan kembali tradisi piring natsar yang kini mulai ditinggalkan. Tradisi tersebut dinilai memiliki nilai pembinaan iman sekaligus mengajarkan kebersamaan dan tanggung jawab dalam keluarga.

Wakil Sekretaris Umum Sinode GPM, Pendeta Max Takaria dalam dialog di PRO1 RRI Ambon, Rabu 2 September 2026 mengatakan piring natsar dahulu menjadi bagian dari keseharian keluarga Kristen. Melalui kebiasaan itu, anak-anak diperkenalkan sejak dini pada doa, persembahan, serta kehidupan bergereja.

“Dulu itu, setiap sore sekitar pukul 18.00 WIT, orang tua biasanya mengajak anak-anak berkumpul di depan meja natsar. Keluarga kemudian berdoa bersama sebelum melanjutkan aktivitas lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, piring natsar juga mengajarkan keluarga untuk mempersiapkan persembahan secara khusus. Uang persembahan yang dibawa ke gereja bukan berasal dari sisa belanja, melainkan telah disisihkan terlebih dahulu melalui kebiasaan tersebut.

“Pola tersebut mengandung pendidikan sederhana mengenai komitmen memberi dalam kehidupan beriman,” ucapnya.

Pendeta Max menyebut, GPM telah memasukkan pesan mengenai pentingnya kehidupan keluarga dalam berbagai materi pembinaan jemaat. Upaya itu dilakukan untuk membantu warga jemaat memahami kembali nilai-nilai baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain pembinaan melalui bahan bacaan, GPM juga memanfaatkan media film untuk menyampaikan pesan mengenai kebersamaan keluarga. Salah satunya melalui pemutaran film seri “Kembali ke Meja Makan” yang mengajak keluarga melihat kembali pentingnya aktivitas bersama di rumah.

Ia berharap, pesan yang disampaikan melalui berbagai pendekatan tersebut dapat menggugah keluarga untuk kembali menyediakan ruang bagi kebersamaan. Aktivitas seperti berdoa dan makan bersama dinilai menjadi bagian penting dalam membangun relasi serta mewariskan nilai-nilai positif kepada anak-anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....