Lapas Wahai Gelar Sidak Wartelsus Secara Humanis

  • 29 Agt 2026 13:16 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan pengawasan ketat pada fasilitas Warung Telekomunikasi Khusus (Wartelsus) pada Kamis 27 Agustus 2026. Langkah tegas dan preventif ini dilakukan guna mengantisipasi hal-hal negatif, seperti potensi penyalahgunaan saluran komunikasi, penipuan, maupun gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan Lapas.

Sidak yang dilakukan secara menyeluruh terhadap perangkat dan alur penggunaan Wartelsus ini menjadi bukti komitmen Lapas Wahai dalam menjaga integritas layanan komunikasi resmi. Meski pengawasan dijalankan secara ketat, Lapas Wahai tetap mengedepankan sisi humanis agar fasilitas tersebut terus berfungsi optimal sebagai jembatan pembina hubungan psikologis antara Warga Binaan dan keluarga tercinta di rumah.

Kepala Subseksi Kamtib, Abdul Azis, merincikan bahwa sidak berkala di area Wartelsus merupakan langkah kontrol mutlak demi stabilitas dan ketertiban.

"Wartelsus adalah sarana resmi yang kami sediakan untuk Warga Binaan. Oleh karena itu, sidak dan pemeriksaan di area Wartelsus rutin kami lakukan untuk memastikan seluruh perangkat digunakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), tidak ada penyalahgunaan nomor atau aktivitas komunikasi yang menyimpang, serta menjaga agar fasilitas ini steril dari hal-hal negatif," tegas Azis.

Di lapangan, pelaksanaan sidak dan pengawasan melekat saat sesi komunikasi berlangsung dijalankan secara cermat oleh Regu Pengamanan (Rupam).

Kepala Rupam, Kevin Revuallo, menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengawal keamanan sarana tersebut."Kami di garis depan pengamanan selalu sigap melakukan pengawasan dan pemeriksaan berkala di area Wartelsus. Langkah tegas ini kami tempuh agar setiap alur penggunaan telepon berjalan tertib, transparan, dan terbebas dari potensi gangguan keamanan," ungkap Kevin.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan bahwa di balik ketegasan pengawasan dan sidak yang dilakukan, keberadaan Wartelsus memiliki peran penting dalam menjaga kondisi emosional Warga Binaan melalui pendekatan humanis.

"Pendekatan humanis dan ketegasan pengawasan harus berjalan beriringan. Kami memahami bahwa dukungan serta komunikasi dengan keluarga sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis dan proses pembinaan Warga Binaan. Melalui Wartelsus yang aman dan terawasi secara ketat ini, kami memastikan hak mereka untuk berkomunikasi tetap terpenuhi dengan baik dan berdampak positif bagi kebahagiaan mental mereka selama menjalani masa pidana," ujar Tersih.

Dengan perpaduan ketegasan kontrol keamanan melalui sidak dan pendekatan humanis dalam pemenuhan kebutuhan emosional Warga Binaan, Lapas Wahai optimis dapat mewujudkan iklim pemasyarakatan yang aman, kondusif, dan berorientasi pada pembinaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....