Ratusan Peserta Latsar BPSDM Maluku Keracunan Makanan, Pengelola Bungkam.

  • 28 Agt 2026 19:19 WIB
  •  Ambon

Laporan: Bertje Minanlarat

RRI.CO.ID. Ambon — Ratusan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku mengalami keracunan massal diduga akibat makanan katering, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Sebagian besar korban mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga diare akut sejak Kamis malam, 27 Agustus 2026.

Kondisi kesehatan peserta yang terus memburuk hingga Jumat siang membuat klinik internal BPSDM kewalahan. Pihak pengelola akhirnya meminta bantuan darurat kepada Puskesmas Rumah Tiga untuk turun tangan menangani para korban di lokasi.

Pantauan RRI di lokasi pada Jumat siang, suasana di Hall BPSDM tampak dipadati oleh para peserta Latsar yang mengantri untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. Sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas Rumah Tiga terlihat sibuk melayani pasien, mulai dari mendata jenis makanan yang terakhir dikonsumsi hingga mendistribusikan obat-obatan dalam jumlah cukup guna mengantisipasi lonjakan korban.

Selain tenaga medis, satu unit mobil ambulans tampak bersiaga di halaman depan BPSDM sebagai langkah antisipasi untuk melakukan evakuasi darurat jika ada peserta yang membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit. Dampak dari keracunan ini dirasakan langsung oleh para peserta di tengah aktivitas kedinasan mereka.

Sejumlah peserta yang ditemui di lokasi mengaku masih merasakan mual dan lemas. Bahkan, beberapa peserta tetap mengalami diare di tengah pelaksanaan ibadah Sholat Jumat.

Hingga Jumat sore, sebagian peserta masih harus mendapatkan perawatan intensif di lokasi penanganan sementara.

Upaya konfirmasi yang dilakukan media untuk menggali informasi lebih lanjut terkait insiden ini menemui jalan buntu.

Baik pihak pengelola BPSDM maupun petugas Puskesmas di lokasi enggan memberikan keterangan resmi. Kepala BPSDM Provinsi Maluku, Hady Sulaiman, saat dihubungi melalui sambungan telepon berulang kali tidak memberikan respons. Upaya konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan singkat WhatsApp juga tidak dibalas.

Situasi serupa terjadi di area kantin dan dapur katering. Pihak vendor penyedia makanan menolak untuk memberikan pernyataan kepada media. Di lingkungan internal BPSDM, sejumlah pegawai tampak tertekan dan enggan berbicara karena dikhawatirkan informasi terkait insiden keracunan ini bocor ke media massa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi baik dari pihak BPSDM Provinsi Maluku maupun dari pihak vendor katering mengenai penyebab pasti insiden keracunan massal tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....