Kegiatan Kerohanian Warga Binaan Rutan Masohi Dikawal Kemenag Malteng

  • 24 Agt 2026 20:13 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Masohi terus memperkuat pembinaan kepribadian dan mental Warga Binaan melalui kegiatan kerohanian. Pembinaan rutin bagi warga binaan Muslim dilaksanakan di Masjid Darussalam Rutan Masohi, Senin 24 Agustus 2026.

Kegiatan diawali dengan penyampaian tausiyah yang dibawakan dan dibimbing langsung oleh Tim Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan untuk memberikan penguatan mental, moral, kedisiplinan, serta meningkatkan kesadaran beragama para warga binaan.

Selain tausiyah, warga binaan Muslim mengikuti kegiatan tadarus Alquran secara bersama-sama. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca Alquran ketepatan dalam penerapan tajwid, sekaligus membangun kebersamaan dan membudayakan kegiatan membaca Alquran di lingkungan Rutan.

Bagi warga binaan yang belum lancar atau masih berada pada tahap awal belajar membaca Alquran, turut diberikan pembelajaran dan bimbingan menggunakan metode Iqra. Bimbingan dilakukan secara bertahap dari tingkat dasar hingga mahir dengan pendampingan petugas pembinaan bersama tim penyuluh agama.

Saddam Hussein Kairoty selaku Pengelola Pembinaan Kepribadian Rutan Kelas IIB Masohi mengatakan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses perubahan sikap dan perilaku warga binaan.

“Pembinaan keagamaan ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan membaca Alquran tetapi juga diharapkan dapat membentuk sikap, mental, dan perilaku warga binaan menjadi lebih baik. Kami terus mendorong agar mereka mengikuti setiap kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Saddam.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Masohi, Idris Kilkoda, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan akan terus didorong sebagai bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan perubahan positif.

“Pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Kami berharap kegiatan seperti tausiyah, tadarus, dan pembelajaran Alquran dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan, baik dari sisi mental, spiritual maupun perilaku,” kata Idris.

Ia juga mengajak seluruh warga binaan untuk mengikuti setiap program pembinaan dengan serius dan menjadikannya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Kami mengajak seluruh warga binaan untuk mengikuti setiap kegiatan dengan sungguh-sungguh. Jadikan pembinaan yang diberikan selama berada di Rutan sebagai bekal untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam pengawasan petugas pengamanan Rutan Kelas IIB Masohi. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, kondusif, serta sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin, Rutan Masohi berkomitmen membentuk warga binaan yang memiliki mental dan kepribadian lebih baik serta siap menjalani kehidupan secara positif setelah menyelesaikan masa pidana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....