Lebih dari 93 Persen Wilayah Maluku Perairan, Potensi Ekonomi Laut Terbuka Lebar

  • 24 Agt 2026 16:23 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Cibubur – Pemerintah Provinsi Maluku memperkenalkan karakter wilayah kepulauan sebagai salah satu kekuatan utama untuk menarik investasi internasional. Dengan sekitar 93,5 persen wilayah berupa perairan, Maluku dinilai memiliki peluang besar mengembangkan ekonomi berbasis laut.

Potensi tersebut dipaparkan dalam Forum Harmony Indonesia 1881 di Hotel Artotel Living World, Cibubur, Bogor, Selasa (18/8/2026). Dalam sambutan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Umar Alhabsy, disebutkan Maluku memiliki wilayah sekitar 712.498 kilometer persegi, terdiri dari 1.422 pulau dengan garis pantai mencapai 10.914 kilometer.

Kondisi geografis tersebut menjadi modal pengembangan berbagai sektor, terutama kelautan dan perikanan. Wilayah Maluku mencakup tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan, yakni WPP 714, 715 dan 718 yang meliputi kawasan Laut Banda, Laut Arafura dan Laut Seram. Selain perikanan tangkap, potensi budidaya laut yang mencapai sekitar 158 ribu hektare juga dinilai masih sangat terbuka untuk dikembangkan.

Pemerintah menawarkan peluang investasi pada pengolahan hasil perikanan, cold chain, pengalengan dan penerapan teknologi modern. Pengembangan sektor tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan memperkuat posisi komoditas Maluku di pasar nasional maupun internasional.

Pemprov Maluku menegaskan potensi laut harus ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, investasi diarahkan untuk membangun rantai ekonomi yang terintegrasi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri lokal dan membuka konektivitas Maluku dengan pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....