Ajang KKI Bawa Kain Tenun Ikat Mawar dari Maluku Dilirik Warga Belanda

  • 22 Agt 2026 22:16 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon-Sebanyak 21 UMKM asal Maluku turut berpartisipasi dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026,berlangsung pada 20 –23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta. Dari jumlah UMKM itu,4 UMKM diantaranya hadir langsung di Jakarta, yaitu Santhos Jewellery, Tenun Ikat Mawar Mama Weli, Sukun Putri Angkasa, dan Mie Sehat Cempaka, sedangkan sisanya secara online.

Puluhan UMKM ini merupakan binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku. KKI 2026 diselenggarakan Bank Indonesia mengusung semangat “Beudaya Meusare-Sare” dari Aceh yang bermakna berdaya bersama-sama. Pelaksanaan KKI 2026 merupakan hasil sinergi dengan 27 Kementerian/Lembaga dan 34 mitra strategis, serta dihadiri duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga, asosiasi, perbankan, dan pelaku usaha.

Khusus di Stand Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Tenun Ikat Mawar Mama Weli menjadi perhatian pengunjung. Pemilik Kain Ikat Mawar Mama Weli, Lusi Kormasela mengaku, sejak hari pertama KKI, peminat kain tenun ini mencapai ratusan orang. Peminatnya beragam, berasal dari berbagai daerah dan kebanyakan dari luar negeri khususnya Belanda.

Harga tertinggi dari kain tenun asal Tanimbar, Maluku Barat Daya ini, dipatok diharga tertinggi untuk satu lembar kain mencapai Rp3.500.000. "Untuk kain ini kita pakai pewarna alam, dan bahan bakunya juga sulit didapat. Di Ambon itu hanya ada di satu toko saja,"ungkap Lusi kepada rri ambon di lokasi KKI, Kamis 22 Agustus 2026.

Lusi mengatakan, sejak penjualan hari pertama, ia sudah meraup untung puluhan juta. Bahkan, pembeli warga Belanda sudah memesan langsung,untuk dibawa ke negaranya.

Ia menyampaikan rasa syukur, diberi kesempatan tampil di KKI.

Irma, warga asal Jakarta salah satu pengunjung di stand UMKM Kain Ikat Mawar Mama Lusi mengaku kagum dengan kain tenun dari Maluku.

"Jujur ya, kain tenun ini bahannya sangat lembut. Saya sudah beli dua lembar,"terang Irma.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Surya Alamsyah menjelaskan, sejalan dengan semangat KKI, Bank Indonesia Provinsi Maluku terus mendorong pengembangan UMKM yang mengangkat potensi dan kekhasan daerah, mulai dari tenun dan wastra, perhiasan, hingga produk makanan dan minuman berbahan dasar komoditas lokal seperti sagu , sukun, dan rempah -rempah.

"Kami harapkan dari ajang KKI, produk UMKM dari Maluku dikenal dunia,"serunya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....