Banjir Rob Ancam Pesisir Maluku, Masyarakat Diminta Waspada

  • 21 Agt 2026 16:20 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Maluku untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob yang dapat terjadi pada periode 21 Agustus hingga 4 September 2026.

Imbauan tersebut disampaikan BMKG melalui press release informasi potensi banjir pesisir (ROB) di wilayah pesisir Maluku, Jumat, 21 Agustus 2026.

BMKG menyebut, fenomena fase Bulan Purnama pada 28 Agustus 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan pemantauan water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Maluku.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi pesisir Kota Ambon, pesisir Maluku Tengah, pesisir Seram bagian timur, pesisir Kepulauan Kei, pesisir Kepulauan Aru, serta pesisir Kepulauan Tanimbar.

BMKG menjelaskan, waktu terjadinya gelombang pasang dan banjir pesisir dapat berbeda di setiap wilayah, baik dari segi hari maupun jam.

Potensi banjir rob tersebut secara umum dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir. Dampak yang mungkin terjadi antara lain terganggunya aktivitas bongkar muat di pelabuhan serta aktivitas masyarakat di kawasan permukiman pesisir.

Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi terhadap dampak pasang maksimum air laut.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan kondisi laut melalui kanal resmi BMKG serta menghubungi kantor BMKG terdekat apabila membutuhkan informasi lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....