Ini Penjelasan BMKG Tentang Istilah El Niño Godzilla

  • 21 Agt 2026 05:05 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan penggunaan istilah El Niño Godzilla yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat. Istilah tersebut bukan kategori resmi dalam layanan meteorologi internasional, melainkan sebutan populer untuk menggambarkan El Niño dengan intensitas sangat kuat.

Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam podcast kerja sama RRI dengan LKBN Antara yang disiarkan pada Rabu, 19 Agustus 2026. El Niño merupakan fenomena dinamika atmosfer dan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang ditandai meningkatnya suhu permukaan laut.

Menurutnya, secara resmi dunia internasional menggunakan kategori El Niño lemah, moderat, kuat hingga sangat kuat. “Di dunia internasional dan juga layanan iklim global kita menyebut El Niño itu lemah, moderat, kuat hingga sangat kuat,” kata Faisal.

Faisal mengatakan istilah Godzilla El Niño pernah digunakan ilmuwan NASA untuk menggambarkan fenomena El Niño yang sangat kuat. Namun, istilah tersebut bukan istilah baku yang digunakan lembaga meteorologi dunia.

Ia juga menegaskan El Niño berbeda dengan musim kemarau. El Niño merupakan fenomena iklim global yang dapat memengaruhi pola hujan, sedangkan musim hujan dan musim kemarau merupakan bagian dari pola musim yang dipengaruhi antara lain oleh monsun.

Menurut Faisal, periode El Niño dapat berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan. Namun, kondisi tersebut tidak berarti Indonesia mengalami musim kemarau sepanjang periode tersebut karena musim hujan tetap berlangsung sesuai karakteristik masing-masing zona musim.

Faisal mengingatkan masyarakat agar tidak menyamakan lamanya fenomena El Niño dengan lamanya musim kemarau. Informasi mengenai perkembangan El Niño dan musim di setiap wilayah perlu mengacu pada informasi resmi BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....