BMKG Maluku Imbau Petani Antisipasi Anomali Iklim

  • 20 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Stasiun Klimatologi Maluku merilis data prakiraan sifat hujan yang menunjukkan adanya anomali signifikan. Dibandingkan dengan rata-rata klimatologis (normal) pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya, Provinsi Maluku diprediksi akan didominasi oleh sifat hujan Bawah Normal pada September hingga November 2026.

Analisis data yang diterbitkan BMKG menunjukkan bahwa pada September 2026, sebagian besar wilayah Maluku berada pada kategori bawah normal, kecuali Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan sebagian Kabupaten Maluku Barat Daya yang diprakirakan berada pada kategori normal. Memasuki Oktober dan November 2026, tren kekeringan semakin meluas, di mana seluruh wilayah provinsi diprediksi akan mengalami sifat hujan Bawah Normal.

"Prakiraan sifat hujan bawah normal mengindikasikan bahwa jumlah curah hujan yang akan turun di periode tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi rata-rata biasanya," jelas tim analis BMKG.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi sektor pertanian dan perkebunan di Maluku. Dengan curah hujan yang lebih rendah dari normal, ketersediaan air bagi tanaman menjadi terbatas, yang dapat menghambat pertumbuhan vegetatif dan menurunkan hasil panen. BMKG merekomendasikan agar para petani menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan, melakukan efisiensi penggunaan air, serta memanfaatkan sumur bor atau embung sebagai cadangan air irigasi selama masa tanam di akhir tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....