Gubernur Hendrik Pimpin Upacara HUT ke- 81 Provinsi Maluku, Ini Visi dan Harapannya

  • 19 Agt 2026 12:38 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Maluku yang ke-81 berlangsung khidmat pada Rabu (19/8/2026). Dalam sambutannya di hadapan masyarakat dan jajaran aparatur sipil, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengajak seluruh elemen untuk merenungkan arah pembangunan daerah ke depan.

"Maluku seperti apa yang akan kita bentuk, yang akan kita wariskan untuk anak cucu kita?" Gubernur dalam pidatonya. Ia kemudian menguraikan tiga pilar besar yang menjadi visi kepemimpinannya, yang dirangkum dalam semangat "Maluku Bersatu Maju Membangun Negeri."

Pertama, Maluku Bersatu. Gubernur menegaskan bahwa seluruh masyarakat Maluku adalah bagian dari satu rumah besar. Ia mengingatkan pentingnya merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal seperti semangat pela andong dan ikatan Siwalima yang selama ini menjadi perekat sosial orang Maluku.

"Kita ini satu. Tidak ada ruang untuk perpecahan. Maluku adalah rumah kita bersama," tegasnya.

Kedua, Maluku Maju. Gubernur mengkritik anggapan bahwa Maluku hanya sekadar destinasi wisata yang "enak" karena keindahan alam dan sejarahnya. Menurutnya, kemajuan harus diukur dari kesejahteraan rakyat melalui pengembangan ekonomi riil.

Ia menyoroti potensi besar di sektor kelautan dan perikanan serta ekonomi kreatif sebagai tulang punggung masa depan daerah. Namun, ia memberi catatan penting: kekayaan alam tersebut harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat, bukan hanya dinikmati segelintir pihak.

"Pembangunan yang paling penting adalah membangun manusia. Bukan sekadar gedung dan jalan, tapi kualitas sumber daya manusia Maluku itu sendiri," ujarnya.

Ketiga, Membangun Maluku Secara Bersama. Gubernur menegaskan bahwa tanggung jawab pembangunan tidak bisa dipikul pemerintah sendirian. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga pelaku usaha, untuk bahu-membahu.

Ia menyampaikan peringatan tegas agar tidak ada kepentingan kelompok yang lebih besar daripada kepentingan rakyat banyak. Setiap rupiah yang dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), katanya, harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Masih ada kemiskinan, masih ada pengangguran, masih ada keterbatasan antar wilayah. Itu adalah pekerjaan rumah kita bersama," ungkapnya.

Di akhir pidatonya, Gubernur Hendrik Lewerissa mengajak masyarakat Maluku untuk tidak takut menghadapi berbagai tantangan ke depan. Ia meyakini bahwa masyarakat Maluku memiliki kekuatan dan ketahanan budaya untuk bangkit.

"Jangan takut pada tantangan. Masyarakat Maluku punya kekuatan. Mari kita wujudkan Maluku yang bersatu, maju, dan membangun negeri," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....