Menapak Usia 81 Tahun, Anos Yeremias Soroti Ketimpangan Pembangunan Maluku
- 18 Agt 2026 15:18 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias menyoroti pembangunan Maluku yang belum selesai menjelang usia 81 tahun. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan momentum HUT Provinsi Maluku sebagai refleksi atas capaian sekaligus pekerjaan rumah pembangunan di berbagai wilayah.
Anos menilai karakter Maluku sebagai provinsi kepulauan membuat pembangunan membutuhkan kebijakan yang berbeda. Jarak antarpulau, biaya transportasi, cuaca, rentang kendali pemerintahan hingga tingginya biaya pembangunan menjadi tantangan yang harus diperhitungkan secara serius.
Sejumlah wilayah masih membutuhkan penguatan jalan, jembatan dan konektivitas, mulai dari Seram, Buru, Buru Selatan, Kepulauan Aru hingga Kei Besar. Kondisi serupa juga masih dirasakan masyarakat di pulau-pulau kecil Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.
“Transportasi bagi masyarakat kepulauan bukan sekadar urusan bepergian, tetapi menentukan apakah hasil kebun dan hasil laut dapat dijual, orang sakit bisa sampai rumah sakit, serta anak-anak dapat melanjutkan pendidikan,” ujar Anos.
Ia juga menyoroti kebutuhan listrik, BBM, air bersih, pendidikan dan kesehatan yang belum sepenuhnya merata. Masyarakat di pulau-pulau kecil harus memperoleh akses yang sama terhadap guru, sekolah, dokter, tenaga kesehatan serta layanan rujukan antarpulau.
Anos menyebut, kapal perintis menjadi salah satu urat nadi masyarakat kepulauan karena menghubungkan pulau dengan pasar, sekolah, rumah sakit dan pusat pemerintahan. Karena itu, penambahan kapal, peningkatan frekuensi pelayaran, keselamatan transportasi laut serta pembangunan pelabuhan harus terus diperjuangkan.
Di sektor ekonomi, Anos berharap kekayaan sumber daya alam Maluku memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Ia mendorong adanya keadilan fiskal, pengembangan industri, peningkatan nilai tambah dan pembukaan lapangan kerja agar daerah penghasil tidak hanya menjadi tempat pengambilan sumber daya.
Dirinya menaruh harapan terhadap pembangunan Blok Masela sebagai peluang besar bagi perekonomian Maluku. Anak-anak Maluku diharapkan dapat dipersiapkan melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, beasiswa dan magang agar mampu mengambil peran sebagai tenaga profesional, teknisi, operator hingga pengusaha lokal.
Menjelang HUT ke-81, Anos menegaskan pembangunan Maluku tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus diarahkan untuk memperkecil kesenjangan antarpulau.
“Kita patut bersyukur atas semua yang telah dikerjakan, tetapi kita tidak boleh berhenti menyuarakan apa yang belum dikerjakan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....