Lontarkan Ujaran Kebencian, Raja Horale Minta Orang Dekat Gubernur Diproses

  • 18 Agt 2026 07:53 WIB
  •  Ambon

‎RRI.CO.ID, Ambon, Keinginan menyampaikan Pesan Sakral dalam momen perayaan HUT RI yang ke-81, Mahasiswa asal Seram Utara Pegunungan Wil Ropena dihalangi oleh Pengawal Gubernur Maluku, yang dengan spontan mengeluarkan kata - kata yang mengkerdilkan harkat dan martabat seseorang, suku dan ras-nya. ‎Kata "Monyet, dan Bodoh" adalah pilihan kata yang menurut pengawal Gubernur Maluku dengan sapaan Rahim Itu adalah spontan dan tujuannya hanya kepada Wil Ropena.

‎Dalam video ujaran kebencian yang beredar luas di media sosial, kecaman datang dari Andre Patalatu Raja Negeri Horale, Kecamatan Seram Utara Barat. Kepada media ini, ia dengan tegas meminta Gubernur Maluku, Pangdam XV Pattimura dan Kapolda Maluku agar yang bersangkutan dapat diproses, mengklarifikasi, serta meminta maaf kepada Will Ropena, Tetua Adat dan juga semua orang Seram, lebih khusus Seram Utara Pegunungan.

‎"Kata - kata yang keluarkan oleh salah satu pengawal Gubernur Maluku, adalah penghinaan serta tidak menghargai pesan Sakral yang ingin disampaikan langsung oleh ade Wil pada moment Sakral di HUT RI yang ke 81," katanya.

‎Menurut Andre, kata "monyet" yang dilontarkan oleh Rahim adalah kata - kata Rasisme. "kata monyet yang dikeluarkan oleh pengawal Gubernur ini rasis, bukan saja dirasakan oleh adik kita Wil Ropena saja, tapi penghinaan kepada orang tua, keluarga dan orang Seram Utara, bahkan orang Seram Secara umum. Karena Wil bukan monyet, karena Wil bukan lahir dari monyet. Orang tuanya itu manusia, manusia yang beradab yang punya harga diri dan martabat," kata Andre

‎ia berharap, Gubernur Maluku, Pangdam XV Pattimua, dan Kapolda Maluku segera mengambil tindakan secara tegas, adil, dan tertanggungjawab, terhadap pelaku.

‎"Untuk Itu selaku salah satu Tokoh Adat sekaligus Tokoh Pemuda di Seram Utara, saya meminta kepada Gubernur Maluku, bapak Hendrik Lewerisa, Pangdam XV Pattimura, serta Kapolda Maluku untuk segera diproses dan minta pertanggungjawaban, serta yang bersangkutan diminta untuk menyampaikan Permohonan Maaf secara terbuka kepada semua keluarga dan Orang Seram Secara umum," kata Andre

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....