Sebanyak 72 Warga Binaan Rutan Masohi Terima Remisi di HUT RI

  • 17 Agt 2026 16:25 WIB
  •  Ambon

RRI,CO.ID,Ambon- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bermakna bagi warga binaan Rutan Kelas IIB Masohi. Sebanyak 72 warga binaan menerima Remisi Umum sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik dan kepatuhan selama menjalani masa pembinaan. Dua di antaranya memperoleh remisi yang langsung bebas.

Penyerahan Remisi Umum berlangsung di Aula Rutan Kelas IIB Masohi, Senin 17 Agustus 2026.

Kegiatan dihadiri Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata, Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Kepala Sekretariat Daerah Maluku Tengah, unsur Forkopimda, pimpinan TNI dan Polri, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD.

Turut hadir Ketua dan Anggota PIPAS Rutan Masohi, para senior dan purnabakti Pemasyarakatan, insan pers, stakeholder mitra kerja, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Remisi Umum oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Masohi, Muhamat Irvan Haupea. Selanjutnya, penyerahan remisi secara simbolis dilakukan oleh Bupati Maluku Tengah kepada perwakilan warga binaan penerima remisi.

Dalam sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dibacakan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, remisi dimaknai bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi sebagai bentuk penghargaan negara atas proses perubahan dan pembinaan yang telah dijalani warga binaan. Remisi juga diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas diri, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, yang menempatkan proses pembinaan dan reintegrasi sosial sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan.

Di Rutan Kelas IIB Masohi, sebanyak 72 warga binaan menerima Remisi Umum dengan besaran pengurangan masa pidana yang beragam, mulai dari satu hingga enam bulan.

Dari jumlah tersebut, dua warga binaan memperoleh remisi yang langsung bebas.

Kepala Rutan Kelas IIB Masohi, Idris Kilkoda, mengatakan pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan atas perilaku baik dan kepatuhan warga binaan selama menjalani proses pembinaan.

“Pemberian remisi umum merupakan bentuk penghargaan atas perilaku baik dan kepatuhan warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Saya berharap remisi ini menjadi dorongan untuk semakin taat aturan, aktif dalam kegiatan pembinaan, serta mempersiapkan diri agar kelak dapat kembali ke masyarakat dengan membawa semangat baru dan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu,” ujar Idris.

Menurut Idris, keberhasilan pembinaan tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran serta mitra kerja yang selama ini turut mendukung pelaksanaan tugas penahanan dan pembinaan warga binaan di Rutan Kelas IIB Masohi.

Salah satu warga binaan yang memperoleh Remisi Umum langsung bebas, S.H., mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga dan memulai kehidupan baru.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas remisi dan kebebasan yang diberikan. Ini menjadi kesempatan bagi saya untuk memulai kehidupan yang baru, berkumpul kembali bersama keluarga, serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu,” ungkap S.H.

Bagi dua warga binaan yang langsung bebas, remisi menjadi momentum untuk membuka lembaran baru sekaligus mengimplementasikan hasil pembinaan selama berada di Rutan.

Mereka diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat dengan membawa semangat perubahan, menaati hukum, menjaga perilaku, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

Penyerahan Remisi Umum dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Momentum tersebut menjadi bagian dari komitmen Rutan Kelas IIB Masohi dalam mendorong pembinaan yang berkelanjutan serta mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali dan diterima secara positif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....