Kemerdekaan: Momentum Merawat Persatuan Budaya Indonesia

  • 16 Agt 2026 17:33 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar momentum menggelar berbagai perlombaan, tetapi menjadi ruang untuk merawat persatuan, budaya, dan ingatan kolektif sebagai bangsa. Perayaan 17 Agustus juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat gotong royong serta meneguhkan identitas Indonesia di tengah perubahan zaman.

Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya dan Pariwisata, Harry Waluyo, mengatakan setiap daerah memiliki cara berbeda dalam merayakan kemerdekaan, mulai dari lomba di lingkungan kampung hingga upacara kenegaraan di tingkat nasional. Menurutnya, keberagaman cara tersebut tetap memiliki pesan yang sama, yakni menunjukkan bahwa seluruh masyarakat merupakan bagian dari Indonesia.

Waluyo menilai, berbagai perlombaan 17 Agustus memiliki nilai sosial yang penting. Kegiatan seperti balap karung, panjat pinang, pentas seni, hingga karnaval mendorong masyarakat bertemu secara langsung, belajar sportif, bekerja sama, serta saling mengenal dan menghormati dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia mencontohkan panjat pinang sebagai gambaran pentingnya kolaborasi dalam membangun bangsa. Setiap peserta memiliki peran dan saling membutuhkan untuk mencapai tujuan, sehingga Indonesia juga membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, pendidik, tenaga kesehatan, seniman, dan berbagai kelompok lainnya.

Waluyo juga menekankan bahwa merayakan budaya tidak berarti kembali ke masa lalu. Budaya dapat dikembangkan melalui teknologi dan kreativitas, seperti musik tradisional yang dikolaborasikan dengan musik kontemporer, kuliner daerah yang dikembangkan menjadi produk modern, hingga cerita rakyat yang dikemas dalam film, animasi, podcast, dan media sosial.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga budaya agar tetap hidup. Kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat nasional maupun dunia, tanpa kehilangan akar identitas.

Waluyo mengajak masyarakat menjadikan peringatan 17 Agustus bukan hanya sebagai pertanyaan tentang lomba apa yang akan digelar, tetapi juga tentang kontribusi apa yang dapat diberikan untuk Indonesia.

Ia menilai kegiatan sederhana seperti menanam pohon, mendokumentasikan sejarah lokal, menghidupkan permainan tradisional, mengembangkan kuliner lokal, maupun membuat karya seni dapat menjadi bagian dari gerakan membangun Indonesia.

Waluyo menegaskan, kemerdekaan pada masa kini dapat diwujudkan melalui ilmu pengetahuan, kreativitas, kejujuran, teknologi, karya, kepedulian lingkungan, pelestarian budaya, penghormatan terhadap perbedaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Dengan demikian, perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus memastikan budaya dan nilai kebersamaan tetap hidup. Berbeda-beda, tetapi tetap memilih untuk hidup bersama sebagai Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....