Sambut HUT ke-81 RI, PPI Dunia Kolaborasi Bersihkan Puncak Gunung Api Banda

  • 14 Agt 2026 15:52 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Banda Neira — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial. Di Kepulauan Banda, semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam aksi nyata menjaga lingkungan melalui kegiatan pembersihan sampah plastik di kawasan Puncak Lewerani, Gunung Api Banda.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sekaligus Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. Aksi tersebut mempertemukan unsur pemerintah, pengelola kawasan konservasi, organisasi kepemudaan dan mahasiswa dalam satu gerakan bersama menjaga alam.

Kolaborasi melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku melalui Resor Banda, Kawan Alam Indonesia, Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Amerika–Eropa (PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa), serta Mapala Universitas Banda Naira.

Para peserta menempuh jalur pendakian menuju Puncak Lewerani sembari memungut sampah plastik yang ditemukan di sepanjang perjalanan hingga kawasan puncak. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa turun untuk dikelola lebih lanjut.

Bagi para peserta, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi membersihkan kawasan. Pendakian dan pengumpulan sampah menjadi cara untuk menyampaikan pesan bahwa momentum kemerdekaan juga dapat diisi dengan menjaga kekayaan alam yang menjadi bagian dari identitas Indonesia.

Kepala Resor KSDA Banda, Fadli Sokan Futi, mengatakan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan konservasi menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama terhadap keberadaan kawasan konservasi.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran bersama bahwa kawasan konservasi merupakan tanggung jawab kita semua. Kehadiran generasi muda, mahasiswa dan organisasi kepemudaan menjadi energi positif dalam menjaga Gunung Api Banda,” ujar Fadli.

Menurutnya, Gunung Api Banda memiliki nilai penting, tidak hanya dari sisi ekologi dan keanekaragaman hayati, tetapi juga sejarah dan pariwisata. Karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.

Dukungan terhadap upaya pengelolaan kawasan Gunung Api Banda juga disampaikan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.A.P. Bupati mendorong agar Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Api Banda dapat dikelola secara optimal sehingga mampu memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat, termasuk melalui kontribusi terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Menurutnya, pengelolaan kawasan konservasi harus berjalan seiring dengan prinsip pelestarian lingkungan. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan Gunung Api Banda diharapkan tetap terawat, aman dan mampu memberikan pengalaman wisata yang berkualitas bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Pengelolaan kawasan konservasi harus mampu berjalan seiring dengan upaya pelestarian. Optimalisasi pengelolaan TWA Gunung Api Banda dapat memberikan kontribusi terhadap PNBP dan pada saat yang sama menjadi bagian dari upaya merawat kawasan, sehingga Gunung Api Banda tetap terjaga sebagai salah satu destinasi favorit di Banda Neira,” ujar Zulkarnain.

Ia menambahkan, potensi alam dan pariwisata Kepulauan Banda perlu dikembangkan dengan prinsip keberlanjutan. Keterlibatan masyarakat dan generasi muda juga dinilai penting agar pengembangan kawasan tidak mengabaikan aspek lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....