Kru Kapal Fery Dilatih Kesiapan Hadapi Keadaan Darurat

  • 14 Agt 2026 12:21 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Sejumlah kru kapal milik PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon, Maluku mengikuti pelatihan kesiapan menghadapi keadaan darurat sebagai upaya meningkatkan kemampuan, kewaspadaan, dan koordinasi dalam menghadapi berbagai situasi yang dapat terjadi selama pelayaran.

Pelatihan tersebut mencakup empat skenario keadaan darurat, yakni penanganan kebakaran, penanganan orang cedera, meninggalkan kapal atau abandon ship, serta evakuasi.

"Latihan ini untuk melatih koordinasi, komunikasi dan memahami peran masing-masing dalam setiap keadaan darurat. Harapannya, seluruh personel, khususnya kru kapal, bisa memahami tugas, peran dan tanggung jawab sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” kata Plt. General Manager ASDP Cabang Ambon Hafiluddin Usman di Ambon, kemarin.

Menurutnya, latihan ini juga melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, Basarnas, Polairud, Balai Karantina dan Kesehatan, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), TNI Angkatan Laut serta sejumlah stakeholder terkait lainnya.

"Ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh kru memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi kondisi darurat di kapal," ujarnya

Dikatakan, keterlibatan berbagai stakeholder dalam latihan menjadi penting karena penanganan kondisi darurat di laut membutuhkan koordinasi lintas instansi.

"Kegiatan ini bisa terselenggara karena melibatkan stakeholder yang sangat mendukung kegiatan kami. Ini merupakan bagian dari kesadaran bahwa keselamatan harus selalu menjadi yang nomor satu," ucapnya

Ia menjelaskan, latihan keadaan darurat secara internal dilakukan ASDP secara rutin setiap bulan untuk memastikan kru tetap terlatih dan memahami prosedur keselamatan.

Sementara latihan gabungan yang melibatkan unsur eksternal dilaksanakan secara berkala, dengan agenda gabungan tersebut dijadwalkan setahun sekali.

“Dengan latihan ini tentunya kita melatih kru untuk lebih sigap dan memahami tugas serta posisi pada saat terjadi keadaan darurat. Mereka juga harus familiar dan terbiasa menggunakan alat-alat keselamatan yang ada di kapal,” jelasnya.

Latihan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menguji kesiapan koordinasi antar instansi serta memastikan setiap personel memahami prosedur yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

ASDP Ambon berharap, latihan rutin dan gabungan tersebut dapat memperkuat budaya keselamatan pelayaran, sehingga kru maupun stakeholder terkait mampu memberikan respons cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....