Pengangguran Maluku Turun, TPAK Naik Tipis pada Mei 2026

  • 13 Agt 2026 18:01 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon- Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Maluku pada Mei 2026 menunjukkan sejumlah perkembangan. Jumlah angkatan kerja meningkat, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) naik tipis, sementara jumlah pengangguran mengalami penurunan dibandingkan Februari 2026.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, penduduk usia kerja (PUK), yakni penduduk berumur 15 tahun ke atas, tercatat sebanyak 1.493.189 orang. Jumlah tersebut meningkat 5.651 orang dibandingkan Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.013.336 orang merupakan angkatan kerja, sedangkan 479.853 orang lainnya masuk dalam kategori bukan angkatan kerja.

Angkatan kerja pada Mei 2026 terdiri atas 955.088 orang yang bekerja dan 58.248 orang pengangguran. Dibandingkan Februari 2026, jumlah angkatan kerja bertambah 4.226 orang, sementara jumlah penduduk bekerja meningkat 4.536 orang. Sebaliknya, jumlah pengangguran berkurang 310 orang.

TPAK Maluku pada Mei 2026 mencapai 67,86 persen, meningkat 0,02 persen poin dibandingkan Februari 2026. TPAK merupakan persentase angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja dan menggambarkan tingkat keaktifan penduduk usia kerja dalam kegiatan ekonomi.

Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki tercatat 78,81 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan yang sebesar 56,70 persen. Dibandingkan Februari 2026, TPAK laki-laki meningkat 0,83 persen poin, sedangkan TPAK perempuan turun 0,79 persen poin.

Pertanian Masih Dominasi Lapangan Kerja

Struktur penduduk bekerja di Maluku pada Mei 2026 masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, dengan kontribusi sebesar 34,50 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 13,05 persen, serta Industri sebesar 12,00 persen.

Sementara itu, lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja paling rendah adalah Aktivitas Real Estat sebesar 0,06 persen, Penyediaan Air; Pengelolaan Air Limbah, Penanganan Limbah, dan Remediasi sebesar 0,13 persen, serta Penyediaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara Dingin sebesar 0,49 persen.

Dibandingkan Februari 2026, peningkatan jumlah penduduk bekerja terbesar terjadi pada sektor Transportasi dan Pergudangan sebanyak sekitar 10,72 ribu orang, Konstruksi sebanyak 8,82 ribu orang, serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebanyak 2,48 ribu orang.

Sebaliknya, sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami penurunan jumlah pekerja terbesar, yakni sekitar 9,6 ribu orang.

Pekerja Informal Masih Mendominasi

Berdasarkan status pekerjaan utama, penduduk bekerja pada Mei 2026 paling banyak berstatus buruh/karyawan/pegawai, yakni 31,88 persen. Sementara itu, proporsi paling kecil terdapat pada pekerja bebas di pertanian, sebesar 0,77 persen.

Penduduk bekerja kemudian dikelompokkan ke dalam kegiatan formal dan informal. Pekerja formal mencakup mereka yang berstatus berusaha dibantu buruh tetap/dibayar serta buruh/karyawan/pegawai.

Pada Mei 2026, jumlah pekerja informal mencapai 623.102 orang atau 65,24 persen. Sementara pekerja formal sebanyak 331.986 orang atau 34,76 persen. Dibandingkan Februari 2026, persentase pekerja formal meningkat 0,28 persen poin.

Pendidikan Pekerja Didominasi Lulusan SMA

Dari sisi pendidikan, penduduk bekerja di Maluku pada Mei 2026 didominasi tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan proporsi 33,25 persen. Sementara itu, pekerja dengan pendidikan Diploma I/II/III hingga Diploma IV, S1, S2, dan S3 mencapai 17,50 persen.

Dibandingkan Februari 2026, proporsi pekerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) meningkat 2,62 persen poin, sedangkan pekerja berpendidikan universitas naik 0,81 persen poin.

Sebaliknya, proporsi pekerja lulusan SMP, SMA, SD ke bawah, serta Diploma I/II/III mengalami penurunan. Penurunan terbesar terjadi pada lulusan SMP, yakni 1,55 persen poin. Pekerja Penuh Waktu Capai 58,81 Persen

Berdasarkan jumlah jam kerja, sebanyak 58,81 persen penduduk bekerja merupakan pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu.

Sementara itu, 41,19 persen lainnya merupakan pekerja tidak penuh dengan jam kerja kurang dari 35 jam per minggu.

Dibandingkan Februari 2026, persentase pekerja tidak penuh mengalami penurunan 3,19 persen poin.

Namun, tingkat setengah pengangguran justru meningkat. Pada Mei 2026, tingkat setengah pengangguran mencapai 12,03 persen, atau sekitar 12 dari setiap 100 penduduk bekerja.

Angka tersebut meningkat 3,01 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Berdasarkan jenis kelamin, tingkat setengah pengangguran laki-laki mencapai 13,52 persen, sedangkan perempuan 9,85 persen. Dibandingkan Februari 2026, masing-masing meningkat 4,53 persen poin dan 0,81 persen poin.

Sementara itu, tingkat pekerja paruh waktu pada Mei 2026 mencapai 29,16 persen. Artinya, sekitar 29 dari setiap 100 penduduk bekerja merupakan pekerja paruh waktu. Tingkat pekerja paruh waktu perempuan mencapai 40,77 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 21,18 persen.

TPT Maluku Turun Menjadi 5,75 Persen

Dari sisi pengangguran, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Maluku pada Mei 2026 tercatat sebesar 5,75 persen. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar enam orang yang menganggur.

Angka tersebut turun 0,05 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Berdasarkan jenis kelamin, TPT perempuan mencapai 6,15 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 5,47 persen.

TPT perempuan turun 0,25 persen poin dibandingkan Februari 2026. Sementara TPT laki-laki justru meningkat 0,09 persen poin.

Jika dilihat berdasarkan wilayah tempat tinggal, TPT di daerah perkotaan mencapai 7,44 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan daerah perdesaan yang sebesar 4,45 persen.

TPT perkotaan juga mengalami penurunan sebesar 0,21 persen poin dibandingkan Februari 2026. Berdasarkan pendidikan terakhir, TPT tertinggi pada Mei 2026 terdapat pada lulusan Diploma IV/S1/S2/S3, yakni sebesar 10,23 persen.

Sementara TPT terendah terdapat pada lulusan SMP, yaitu 1,17 persen. Dibandingkan Februari 2026, penurunan TPT terjadi pada lulusan Diploma I/II/III, SMK, SMP, serta SD ke bawah, masing-masing sebesar 2,44 persen poin, 2,36 persen poin, 1,70 persen poin, dan 1,35 persen poin.

Secara umum, kondisi ketenagakerjaan Maluku pada Mei 2026 menunjukkan adanya perbaikan dari sisi penurunan pengangguran. Namun, dominasi pekerjaan informal dan meningkatnya tingkat setengah pengangguran menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan jumlah lapangan kerja, tetapi juga kualitas dan kecukupan pekerjaan yang tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....