LPTQ Maluku Siapkan Strategi Hadapi MTQ Nasional 2026 di Semarang

  • 12 Agt 2026 08:27 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Maluku menyiapkan strategi khusus menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional 2026 di Semarang, Jawa Tengah, September mendatang. Strategi tersebut dilakukan dengan membagi para kafilah ke dalam tiga klaster berdasarkan potensi dan peluang prestasi di tingkat nasional.

Ketua LPTQ Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengatakan pembagian klaster dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi terhadap hasil MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku. Pemetaan juga diperkuat melalui telescoaching bersama dewan hakim dan praktisi senior untuk melihat kesiapan masing-masing peserta.

Dari total 46 cabang lomba yang dipertandingkan, LPTQ Maluku menetapkan tiga kategori pembinaan, yakni klaster unggulan, klaster potensial, dan klaster pengembangan. Pembagian tersebut diharapkan membuat pola pembinaan lebih terarah sekaligus meningkatkan peluang Maluku meraih prestasi di panggung nasional.

Klaster unggulan berisi 13 mata lomba yang dinilai memiliki peluang terbesar untuk mendongkrak posisi Maluku di tingkat nasional. Para peserta pada klaster ini mendapatkan pembinaan secara lebih intensif melalui pemusatan latihan selama satu bulan.

Sementara klaster potensial diisi para juara pertama tingkat provinsi yang memiliki kemampuan bersaing, tetapi menghadapi tantangan lebih berat berdasarkan rekam jejak prestasi sebelumnya. Adapun klaster pengembangan diisi peserta yang secara nasional masih berada di luar 30 besar dan dipersiapkan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.

“Ini adalah strategi kompetisi. Bagi peserta di klaster nonunggulan, momentum ini menjadi ruang belajar dan menempa diri lebih keras agar ke depan bisa naik kelas ke klaster utama,” ujar Kasrul kepada wartawan di Ambon, Selasa 11 Agustus 2026.

Kasrul menegaskan, kebijakan tiga klaster bukan keputusan sepihak LPTQ Provinsi Maluku. Strategi tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam rapat kerja dan pertemuan teknis yang melibatkan LPTQ provinsi, LPTQ kabupaten/kota, serta kepala Kantor Kementerian Agama se-Maluku.

Melalui strategi tersebut, LPTQ Maluku berharap setiap peserta mendapatkan pola pembinaan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Langkah ini sekaligus menjadi upaya membangun sistem pembinaan yang lebih terukur untuk menghadapi persaingan MTQ nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....