Warga Sumber Agung Keluhkan Listrik Sering Padam di Jam Kerja

  • 11 Agt 2026 18:36 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Banggoi – Masyarakat Desa Sumber Agung, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, mengeluhkan pasokan listrik yang sering mengalami pemadaman mendadak dan berulang, terutama pada jam-jam produktif kerja. Kondisi ini dinilai sangat merugikan warga, mulai dari pelaku usaha, hingga warga yang bekerja dari rumah maupun di ladang.

Keluhan ini disampaikan langsung oleh sejumlah warga Desa Sumber Agung saat menyampaikan aspirasi mereka, Selasa (11/8/2026). Mereka menyebut pemadaman kerap terjadi pada waktu di mana aktivitas pekerjaan dan kegiatan ekonomi sedang berjalan maksimal.

“Setiap hari listrik mati di jam kerja. Pagi mau mulai kerja tiba-tiba mati, siang mau lanjut bekerja juga mati. Kadang padamnya berjam-jam, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Ini sudah berlangsung berbulan-bulan,” kata Pieter, warga Sumber Agung yang bekerja sebagai petani sayur di desa tersebut.

Ia menjelaskan, ketergantungan pada peralatan listrik seperti mesin pompa air membuatnya kerap terhenti bekerja. Pesanan tertunda, hasil panen juga ikut terdampak, dan pendapatan menurun drastis. “Bagaimana kami bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga jika listrik yang menjadi sumber utama produksi tidak stabil?” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan oleh Siti Hajar, warga lain yang bekerja di rumah sekaligus mengelola usaha kuliner. “Siang hari saat jam kerja justru sering padam. Kompor listrik tidak bisa dipakai, pesanan tidak bisa diproses, bahkan pendingin ruangan dan penyimpanan bahan makanan terganggu. Bahan baku sering rusak karena tidak ada aliran listrik untuk pendingin,” ujarnya dengan nada prihatin.

Warga menduga penyebab utama pemadaman yang berulang ini antara lain beban jaringan yang tidak seimbang, perawatan jaringan yang jarang dilakukan, serta belum adanya penambahan kapasitas daya seiring bertambahnya jumlah pelanggan di Desa Sumber Agung dan sekitarnya. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak penyedia layanan listrik.

“Kami mengerti jika ada perbaikan jaringan, tapi seharusnya diinformasikan sebelumnya dan diatur waktunya agar tidak di jam kerja. Kalau terus begini, perekonomian desa bisa terganggu serius,” ujar Pieter mewakili suara warga.

Warga Desa Sumber Agung memohon kepada pihak berwenang, termasuk PLN Wilayah Maluku serta Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur, untuk segera meninjau lokasi, mengevaluasi sistem kelistrikan, dan mencari solusi jangka panjang. Mereka memastikan pembayaran tagihan listrik selalu dilakukan tepat waktu, sehingga pelayanan yang memadai adalah hak yang seharusnya diterima.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak penyedia jasa kelistrikan terkait keluhan warga Sumber Agung. Masyarakat berharap masalah ini segera ditangani agar aktivitas kerja dan perekonomian di desa mereka dapat kembali berjalan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....