Sebanyak Enam Daerah Bersaing dalam Seleksi Nasional UCCN
- 10 Agt 2026 07:29 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Seleksi nasional pengusulan anggota baru UNESCO Creative Cities Network (UCCN) mulai memasuki tahap penilaian. Sebanyak enam kabupaten dan kota di Indonesia dinyatakan lolos tahap awal dan kini bersaing menjadi kandidat Indonesia untuk diusulkan ke jejaring kota kreatif dunia UNESCO.
Direktur Ambon Music Office (AMO) sekaligus anggota Tim Seleksi Nasional UCCN di bawah Kementerian Ekonomi Kreatif, Ronny Loppies, mengatakan keenam daerah tersebut telah menyerahkan dokumen persyaratan untuk mengikuti proses penilaian. Hal itu disampaikan Ronny Loppies kepada RRI, Senin 10 Agustus 2026.
Menurutnya, dokumen yang disampaikan meliputi surat permohonan kepala daerah kepada Menteri Ekonomi Kreatif, pernyataan ABCGMF, pengajuan nominasi UCCN kepada Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), tiga foto, lampiran hak cipta, serta tautan pendukung.
Enam daerah yang lolos seleksi tahap awal tersebut terdiri atas Kota Yogyakarta untuk bidang Media Arts (Seni Media), Kota Batu untuk bidang Gastronomy (Gastronomi), Kota Pangkalpinang untuk bidang Gastronomy, Kabupaten Sleman untuk bidang Film (Perfilman), Kabupaten Bantul untuk bidang Craft & Folk Art (Kerajinan dan Seni Rakyat), serta Kota Padang untuk bidang Gastronomy.
Loppies menegaskan, lolos pada tahap awal belum berarti keenam daerah tersebut telah menjadi kandidat resmi Indonesia untuk diajukan ke UNESCO.
Proses seleksi masih dilakukan secara ketat dengan menilai kekuatan dan kesiapan ekosistem kreatif masing-masing daerah. Dari enam daerah tersebut, nantinya hanya dua kandidat terbaik yang akan dipilih untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
“Dari enam kota dan kabupaten yang lolos seleksi saat ini, nantinya hanya akan disaring kembali menjadi dua kota kandidat terbaik,” ujar Ronny.
Dua daerah yang terpilih sebagai kandidat terbaik pada seleksi tingkat nasional selanjutnya akan mendapatkan mandat untuk menyusun dan mengirimkan application dossier secara lengkap kepada UNESCO sebagai bagian dari proses pengajuan UCCN.
Seleksi nasional ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus memperluas peran daerah dalam jejaring kota kreatif dunia.
Persaingan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan produk kreatif, tetapi juga kualitas ekosistem, keberlanjutan program, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta kemampuan daerah menunjukkan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi kreatif.
Melalui proses seleksi berjenjang tersebut, Indonesia diharapkan dapat menghasilkan dua kandidat terbaik yang siap mempresentasikan kekuatan ekosistem kreatif nasional di tingkat internasional melalui UNESCO Creative Cities Network.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....