MBG Belum Jangkau Leitisel, Dessy Harap Perhatian Pemerintah
- 05 Agt 2026 13:50 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini belum menjangkau wilayah Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel). Tidak adanya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat ribuan pelajar di wilayah tersebut belum menikmati manfaat program tersebut.
Kondisi itu menjadi perhatian kalangan DPRD Kota Ambon. Mereka mendorong pemerintah daerah bersama Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Maluku untuk membuka peluang bagi investor maupun mitra swasta agar membangun dapur MBG di wilayah Leitisel.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Dessy Hallauw mengatakan, Leitisel memiliki jumlah sekolah yang cukup, sehingga sudah seharusnya menjadi prioritas pengembangan dapur MBG.
"Saya sangat prihatin dengan kondisi ini. Anak bangsa lainnya mendapatkan program MBG, sementara di wilayah Leitisel belum pernah sama sekali. Kami harap ada investor maupun mitra yang memenuhi persyaratan dapat mengambil peluang ini," kata Dessy Hallauw kepada RRI Ambon di ruang kerjanya, Rabu,
Menurutnya, kalaupun alasan rentang kendali ataupun lokasi sekolah yang sulit dijangkau dalam pendistribusian MBG di wilayah Leitisel, maka solusinya adalah dengan dibangunnya pos-pos sentral di titik-titik strategis.
"Kemudian berdayakan satu dua orang warga lokal untuk mendistribusi makanan siap saji ke para pelajar di sekolah. Ya seperti desentralisasi distribusi gitu. Saya rasa kalo ada kemauan, pasti ada jalan terbaik," ujarnya
Politisi Golkar itu bilang, jika tidak ada kebijakan seperti ini, maka kemungkinan besar ribuan siswa di wilayah Leitisel akan selamanya tidak menikmati yang disebut program MBG.
"Saya harap ada sesuatu yang khusus untuk wilayah seperti ini. Bukan apa ya, tapi ini soal pemerataan keadilan terhadap seluruh anak bangsa," ucapnya
Ditambahkan, dengan hadirnya dapur MBG di Kecamatan Leitisel nanti, diharapkan seluruh siswa penerima manfaat dapat memperoleh layanan yang merata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok program tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....