Falsafah "Hidop Orang Basudara" Harus Jadi Jati Diri Masyarakat Maluku Perantauan

  • 02 Agt 2026 21:18 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Salatiga - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan nilai Hidop Orang Basudara harus terus menjadi jati diri masyarakat Maluku, termasuk mereka yang tinggal di perantauan. Pesan itu disampaikan lewat sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, pada kegiatan masyarakat Maluku di Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menurut Gubernur, masyarakat Maluku dikenal santun, menjunjung tinggi norma, dan memiliki budaya persaudaraan yang kuat. Karena itu, masyarakat Maluku di berbagai daerah diharapkan mampu menjadi teladan melalui sikap, karya, dan prestasi.

Ia menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya. Nilai-nilai kearifan lokal tidak boleh luntur meski masyarakat Maluku hidup jauh dari tanah kelahiran.

Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Kerukunan Keluarga Maluku, HIPMMA Salatiga, serta seluruh warga Maluku di Salatiga yang terus menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Ia berharap nilai Hidop Orang Basudara tetap menjadi perekat yang memperkuat kontribusi masyarakat Maluku bagi kemajuan Indonesia di mana pun mereka berada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....