Diaspora Indonesia Dorong Banda Neira Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

  • 24 Jul 2026 21:41 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Pengabdian masyarakat, promosi potensi daerah, hingga penguatan pendidikan menjadi fokus Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) kawasan Amerika dan Eropa dalam kegiatan di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkenalkan Banda Neira kepada dunia sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan dalam dialog Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) Pro 1 RRI Ambon bertema "Membangun Maluku Bersama Diaspora Indonesia", Jumat, 24 Juli 2026. Dialog menghadirkan Gerry Utama, mahasiswa S3 di Rusia, dan Aurelia Aranti, mahasiswa S2 di Swedia.

Aurelia mengatakan, pengabdian yang dilakukan tim akan berfokus pada bidang pendidikan dan lingkungan. Mereka akan mengunjungi sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas untuk berbagi pengalaman dan memotivasi pelajar agar berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk ke luar negeri.

"Kami ingin berbagi pengalaman sebagai pelajar Indonesia di luar negeri sekaligus memberikan motivasi kepada adik-adik di Banda Neira agar berani bermimpi dan terus melanjutkan pendidikan," ujar Aurelia.

Selain pendidikan, tim juga akan memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, pembuatan kompos, serta pemanfaatan limbah plastik menjadi ecobrick.

"Perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri. Kami ingin mengajak masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dari rumah dan sekolah," ucapnya.

Sementara itu, Gerry Utama menjelaskan bahwa tim juga memproduksi film dokumenter berjudul "Banda: Merawat Masa Depan di Ujung Rempah" yang akan ditayangkan pada Simposium Tahunan Perhimpunan Pelajar Indonesia kawasan Amerika dan Eropa di Paris, Prancis.

"Film dokumenter ini menjadi salah satu instrumen untuk mempromosikan Banda Neira kepada dunia. Kami ingin memperlihatkan bahwa Banda memiliki sejarah, budaya, dan potensi luar biasa yang layak dikenal masyarakat internasional," kata Gerry.

Menurutnya, Banda Neira memiliki posisi penting dalam sejarah perdagangan rempah dunia sehingga perlu diangkat kembali sebagai bagian dari peradaban global. Selain promosi pariwisata, pihaknya juga mendorong Pemerintah Provinsi Maluku memperluas jejaring kerja sama dengan asosiasi pemerintah kota dan daerah di kawasan Asia Pasifik.

"Harapannya, kolaborasi ini dapat membuka akses teknologi, memperkuat konektivitas, meningkatkan sektor pariwisata, dan pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Gerry menambahkan, Banda Neira juga memiliki peluang besar untuk menjadi contoh pengembangan wilayah kepulauan berbasis energi baru dan terbarukan. Menurutnya, pembangunan pulau-pulau kecil membutuhkan pendekatan yang berbeda agar lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

"Generasi muda harus mengambil peluang ini dengan meningkatkan kualitas pendidikan, menguasai teknologi, dan membangun kolaborasi. Potensi Banda Neira sangat besar dan perlu dikelola bersama untuk masa depan Indonesia," tutup Gerry.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....