Warga Hatusua Blokade Jalan di Lima Titik
- 24 Jul 2026 07:10 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Aksi pemalangan jalan terjadi di Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis (23/7/2026) sore hingga malam. Warga menutup akses jalan di lima titik sebagai bentuk protes atas dugaan tindakan penghinaan dan pengusiran terhadap sejumlah warga Hatusua yang bekerja di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Waipirit–Hunimua.
Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan masyarakat yang mengaku insiden pengusiran dan perlakuan tidak menyenangkan terhadap warga Hatusua di sekitar Pelabuhan Waipirit telah berulang kali terjadi. Kondisi itu memancing kemarahan warga hingga berujung pada aksi pemalangan jalan.
Dalam aksi tersebut, warga menggunakan batang kayu, pohon yang ditebang di sekitar badan jalan, serta membakar ban bekas untuk menghalangi arus lalu lintas. Akibatnya, kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas dan menyebabkan antrean panjang hingga ratusan kendaraan.
Masyarakat Hatusua menegaskan hanya memiliki satu tuntutan, yakni meminta aparat kepolisian segera menangkap pihak-pihak yang diduga berulang kali melakukan penghinaan, pengusiran, dan tindakan yang dianggap meresahkan terhadap warga Hatusua yang bekerja di kawasan Pelabuhan Waipirit.
Menindaklanjuti situasi tersebut, Kapolsek Kairatu dan Kapolsek Kairatu Barat bersama personel Polres Seram Bagian Barat turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus mediasi dengan masyarakat agar aksi blokade dapat dihentikan.
Kapolsek Kairatu Barat, Ipda Steven Ette, bersama aparat keamanan melakukan pendekatan persuasif kepada warga. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan dibukanya empat dari lima titik pemalangan yang sebelumnya ditutup masyarakat.
"Polisi terus mengedepankan langkah persuasif dan mediasi agar situasi tetap aman serta masyarakat bersedia membuka akses jalan," demikian keterangan yang disampaikan aparat kepolisian di lokasi saat proses mediasi berlangsung.
Meski demikian, satu titik blokade yang berada di jembatan tengah Desa Hatusua hingga malam hari masih dipertahankan warga. Masyarakat menolak membuka akses jalan karena menginginkan tuntutan mereka ditindaklanjuti terlebih dahulu oleh pihak kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di kawasan tersebut masih mengalami gangguan akibat satu titik blokade yang belum dibuka. Aparat keamanan masih berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan melanjutkan komunikasi dengan warga, sementara situasi tetap dipantau guna mencegah terjadinya eskalasi konflik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....