BMKG Perkuat Layanan Dukung Ketahanan Nasional pada Peringatan HMKG

  • 21 Jul 2026 12:24 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - BMKG menegaskan komitmennya memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika untuk mendukung ketahanan nasional pada peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, tema HMKG ke-79 "BMKG Hebat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" merupakan pengingat bagi seluruh insan BMKG untuk terus belajar, berbenah, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, penilaian atas pengabdian BMKG sepenuhnya berada di tangan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam siaran pers terkait peringatan HMKG ke-79 yang dikeluarkan pada Selasa, 21 Juli 2026.

Ia menegaskan, ketahanan nasional tidak hanya ditopang oleh kekuatan pertahanan negara, tetapi juga oleh tersedianya informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang cepat, akurat, serta dapat diakses hingga wilayah terluar.

Karena itu, BMKG terus menghadirkan layanan melalui 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Informasi BMKG dimanfaatkan pemerintah dalam pengambilan kebijakan sekaligus membantu petani, nelayan, pelaku transportasi, dunia usaha, dan masyarakat umum.

Di sektor pertanian, informasi iklim digunakan sebagai acuan penyusunan kalender tanam, pemilihan varietas, dan pengurangan risiko gagal panen. Sementara di sektor maritim, layanan Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS) membantu keselamatan pelayaran sekaligus memberikan informasi potensi daerah penangkapan ikan hingga 10 hari ke depan.

BMKG juga mendukung keselamatan transportasi, penyusunan tata ruang berbasis mikrozonasi, pengembangan energi baru terbarukan, serta pemantauan titik panas untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi layanan, BMKG mengoperasikan sekitar 10.800 alat operasional utama yang terintegrasi dalam sistem Multi-Hazards Early Warning System (MHEWS), didukung superkomputer SMONG dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

BMKG juga memperkuat konektivitas jaringan satelit di wilayah terluar dan perbatasan guna memastikan layanan peringatan dini tetap berjalan saat terjadi gangguan komunikasi.

Selain penguatan teknologi, BMKG terus meningkatkan edukasi kebencanaan melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Iklim, dan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami yang telah menjangkau ratusan lokasi di Indonesia. BMKG juga memadukan ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal agar informasi mitigasi bencana lebih mudah dipahami dan diterapkan masyarakat.

Menutup keterangannya, Teuku Faisal Fathani menegaskan BMKG akan terus meningkatkan kualitas layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika agar semakin bermanfaat bagi masyarakat, sebagai wujud pengabdian dalam mendukung Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....