Lapas Geser Gencarkan Teknik Perawatan Kangkung Hidroponik

  • 20 Jul 2026 13:13 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser gencar memberikan pembekalan produktif bagi Warga Binaan, Senin 20 Juli 2026, mereka dilatih merawat tanaman kangkung hidroponik inovatif dengan media bambu. Bimbingan ini bertujuan membekali Warga Binaan keterampilan budidaya hidroponik.

Prosesnya meliputi persiapan media tanam, pembuatan nutrisi AB Mix, penyemaian, perawatan harian, dan pengendalian hama. Inovasi ini diharapkan dapat memacu Warga Binaan agar konsisten menghasilkan kangkung hidroponik yang higienis dengan produksi yang terus meningkat.

Kepala Urusan Tata Usaha, M. Alhamid, menjelaskan bahwa untuk mendapatkan hasil yang optimal, perawatan awal perlu dilakukan setelah tanaman berusia satu minggu. Langkah krusial yang harus diperhatikan meliputi pemantauan ketersediaan dan sirkulasi larutan nutrisi pada media bambu, pembersihan tanaman yang gagal tumbuh agar tidak mengganggu tanaman lain, serta perlindungan tanaman dari paparan sinar matahari yang berlebihan.

Ia berharap Warga Binaan dapat menyerap dan mengaplikasikan ilmu yang diberikan, sehingga konsep budidaya ini dapat berhasil secara berkelanjutan.

”Kami terus mengawasi dan memberikan bimbingan teknis terkait penanaman serta perawatan sayur kangkung dengan metode hidroponik ini. Konsep ini terdengar sederhana, namun jika salah dalam perawatan maka akan berpotensi gagal. Kami berharap agar Warga Binaan yang telah kami bekali ini mampu mengaplikasikannya dengan disiplin agar memperoleh hasil panen yang maksimal,” jelas Alhamid.

Senada dengan hal tersebut, Staf Pembinaan Lapas Geser yang turut mendampingi di lapangan menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang produktif.

“Program ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif setelah bebas. Mereka diwajibkan menjalankan jadwal perawatan harian dengan konsisten dan disiplin,” ungkapnya.

Sementara itu, Warga Binaan berinisial JR yang mengikuti pembimbingan petugas mengaku sangat bersyukur dan senang atas ilmu praktis yang didapatkannya. “Awalnya saya mengira menanam sayur itu harus punya lahan tanah yang luas. Ternyata, dengan pemahaman yang tepat, kita bisa menciptakan lingkungan bertani modern yang bernilai ekonomis. Kami diajarkan dari dasar, mulai dari mengecek sirkulasi air di bambu sampai meramu nutrisinya. Ini bekal yang sangat berharga bagi saya untuk membuka usaha bertani modern setelah selesai menjalani masa pidana nanti,” tuturnya.

Melalui kegiatan positif ini, Lapas Geser membuktikan bahwa institusi pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan kepribadian, tetapi juga sebagai wadah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang terampil, mandiri, dan siap berkontribusi dan positif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....