Aril Salamena Nahkodai DPW Mafindo Maluku 2026–2029, Usung Program GANDONG
- 11 Jul 2026 22:59 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Pengurus Wilayah (BPW) Mafindo Maluku resmi menetapkan M. Sahril Salamena atau yang akrab disapa Aril Salamena sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Mafindo Maluku periode 2026–2029. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam forum Silaturahmi Wilayah (Silatwil) I yang berlangsung di Cafe Cahya, Ambon, Sabtu (11/7), dan dihadiri sebagian besar relawan Mafindo Maluku.
Silatwil I menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan Mafindo Maluku sekaligus mempertegas komitmen organisasi untuk terus memperkuat gerakan literasi digital, cek fakta, dan edukasi publik di Provinsi Maluku. Forum diawali dengan sambutan Ketua DPP Mafindo, Mark Ufie, yang mengajak seluruh relawan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan penyebaran hoaks, disinformasi, serta perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Dalam sambutannya, Mark juga menekankan pentingnya menjaga semangat kerelawanan dan memperluas dampak gerakan Mafindo hingga ke seluruh pelosok Indonesia.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Koordinator Wilayah (Korwil) Mafindo Maluku periode 2022–2026 oleh Rusda Leikawa. Laporan tersebut diterima peserta forum, kemudian dilanjutkan dengan proses demisioner kepengurusan sebagai bagian dari regenerasi organisasi.
Selama dua periode memimpin Mafindo Maluku, yakni 2018–2022 dan 2022–2026, Rusda Leikawa dinilai berhasil memperkuat kolaborasi organisasi, mengembangkan gerakan literasi digital dan cek fakta, serta melahirkan kader-kader yang kini dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional. Melalui musyawarah mufakat, peserta Silatwil kemudian menetapkan Aril Salamena sebagai Ketua DPW Mafindo Maluku periode 2026–2029 secara aklamasi.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Aril menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan seluruh relawan Mafindo Maluku. Ia juga memberikan penghargaan kepada Ketua DPP Mafindo, Mark Ufie, yang menurutnya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Mafindo Maluku.
"Terpilihnya Bro Mark Ufie sebagai Ketua DPP Mafindo adalah sejarah yang membanggakan. Beliau merupakan kader yang lahir, bertumbuh, dan ditempa dari rahim relawan Mafindo Maluku. Ini membuktikan bahwa Maluku mampu melahirkan pemimpin nasional yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen kuat dalam membangun gerakan literasi digital serta cek fakta di Indonesia," ujar Aril.
Aril juga menyampaikan apresiasi kepada Rusda Leikawa atas dedikasinya memimpin Mafindo Maluku selama dua periode.
"Terima kasih kepada Cha Rusda Leikawa yang selama dua periode, yakni Periode I (2018–2022) dan Periode II (2022–2026), telah menjadi Korwil dan penggerak Mafindo Maluku. Di bawah kepemimpinan beliau, Mafindo Maluku terus bertumbuh, memperluas kolaborasi, serta berhasil melahirkan kader-kader terbaik yang kini dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional. Fondasi yang telah dibangun selama dua periode menjadi modal penting bagi kepengurusan berikutnya untuk membawa Mafindo Maluku semakin maju dan berdampak," katanya.
Pada masa kepemimpinannya, Aril mengusung visi menjadikan Mafindo Maluku sebagai gerakan masyarakat sipil yang solid, progresif, inklusif, dan berdampak dalam menjaga kebenaran, meningkatkan kecakapan digital, serta merawat semangat hidup orang basudara di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Untuk mewujudkan visi tersebut, ia memperkenalkan Program GANDONG sebagai arah gerakan strategis organisasi selama tiga tahun ke depan.
Program GANDONG merupakan akronim dari lima program unggulan, yaitu Gerakan Relawan Unggul melalui program Satu Relawan, Satu Keahlian, AI untuk Maluku melalui program Maluku Siap AI, Nalar Cek Fakta melalui program Maluku Cek Fakta, Digital Pela Gandong untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi, serta Literasi Berlayar yang menyasar sekolah, kampus, komunitas, hingga masyarakat di wilayah kepulauan Maluku.

"Tiga tahun ke depan, arah gerakan Mafindo Maluku akan dibingkai dalam Program GANDONG, Gerakan Relawan Unggul, AI untuk Maluku, Nalar Cek Fakta, Digital Pela Gandong, dan Literasi Berlayar. Karena bagi katong, menjaga fakta adalah cara menjaga hubungan orang basudara dan menjaga Maluku," ujar Aril.
Menurutnya, tantangan ruang digital akan semakin kompleks sehingga Mafindo Maluku harus menjadi mitra strategis pemerintah, dunia pendidikan, media, komunitas, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
"Mafindo Maluku tidak boleh hanya dikenal karena kegiatannya, tetapi harus dikenal karena manfaatnya. Organisasi ini harus menjadi rumah bagi relawan untuk bertumbuh, ruang kolaborasi bagi berbagai pihak, serta menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat Maluku yang kritis, cakap digital, dan tangguh menghadapi hoaks maupun penyalahgunaan teknologi," kata Aril.
Melalui kepengurusan baru periode 2026–2029, Mafindo Maluku diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai organisasi masyarakat sipil yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperluas kontribusi dalam meningkatkan literasi digital, budaya cek fakta, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab di Provinsi Maluku dan kawasan Indonesia Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....