Dorong Kesejahteraan Petani Maluku, Nilai Tukar dan Hilirisasi Digenjot
- 08 Jul 2026 13:37 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Dinas Pertanian Provinsi Maluku terus memperkuat strategi untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP). Langkah tersebut menjadi fokus pemerintah daerah dalam menjawab tantangan ekonomi di sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda, Rabu 8 Juli 2026 mengatakan NTP bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator utama yang menggambarkan kondisi ekonomi petani. Menurutnya, kesejahteraan petani meningkat apabila nilai yang diterima lebih besar dibandingkan nilai yang dibayarkan atau berada di atas angka 100.
Namun, kondisi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu segera diatasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), biaya konsumsi rumah tangga petani masih lebih tinggi dibandingkan biaya produksi sehingga diperlukan strategi baru untuk menjaga daya beli dan keberlanjutan usaha tani.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Pertanian Provinsi Maluku menyiapkan sejumlah kebijakan strategis yang berfokus pada peningkatan produktivitas berbasis teknologi. Upaya itu dilakukan melalui penyediaan benih unggul, pupuk berkualitas, serta penerapan teknologi pertanian yang lebih efisien guna meningkatkan hasil produksi dan pendapatan petani.
Selain itu, pemerintah juga mendorong transformasi hilirisasi sektor pertanian agar petani tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan hasil pertanian menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas Maluku di pasar.
Program berkelanjutan seperti cetak sawah baru dan optimalisasi lahan juga terus dipercepat melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan TNI. Di sisi lain, modernisasi sarana pertanian dilakukan dengan menyalurkan bantuan irigasi pompa guna memperkuat infrastruktur pertanian dari hulu hingga hilir.
Ilham Tauda optimis berbagai langkah tersebut akan memperkuat struktur ekonomi petani di Maluku. Ia menegaskan, pembangunan ekosistem pertanian yang terintegrasi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani secara berkelanjutan.
“Langkah ini adalah investasi untuk memastikan taraf hidup masyarakat tani di Maluku terus meningkat secara signifikan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....