BPS: Singapura Jadi Pemasok Impor Terbesar ke Maluku
- 06 Jul 2026 13:28 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Negara Singapura menjadi negara asal impor terbesar ke Maluku dengan kontribusi 51,36 persen selama periode Januari-Mei 2026. Nilai impor Maluku secara kumulatif pada periode tersebut mencapai US$320,71 juta atau meningkat 120,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia dalam paparannya mengatakan selain Singapura, Malaysia juga menjadi negara dengan peningkatan impor kumulatif terbesar ke Maluku sebesar 32,05 persen, disusul Finlandia sebesar 11,37 persen, Korea Selatan sebesar 4,70 persen dan Tiongkok sebesar 0,51 persen.
"Peningkatan kumulatif terbesar berasal dari Malaysia sebesar 277,72 persen atau US$102,78 juta pada periode Januari–Mei 2026," ujar Pattiwaellapia.
Dijelaskan, peningkatan impor Maluku dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor migas maupun nonmigas. Impor nonmigas tumbuh 2.309,83 persen dengan kontribusi 11,88 persen, sedangkan migas meningkat 96,74 persen dengan kontribusi 88,12 persen terhadap total impor.
"Impor sektor migas masih mendominasi total impor Maluku dengan peran sebesar 88,12 persen, sedangkan nonmigas memberikan kontribusi 11,88 persen," katanya.
Hampir seluruh aktivitas bongkar barang impor masih terpusat di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Dari total impor Maluku, sebanyak 99,49 persen dibongkar melalui pelabuhan tersebut, sementara 0,51 persen melalui Pelabuhan Wahai.
"Kinerja Pelabuhan Yos Sudarso meningkat 122,12 persen dibandingkan Januari-Mei 2025, sedangkan Pelabuhan Wahai juga mencatat kenaikan sebesar 4,18 persen," ucap Maritje.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....