Ekspor Maluku Melejit 55 Persen, Ikan dan Udang Jadi Primadona

  • 06 Jul 2026 11:20 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kinerja ekspor Provinsi Maluku menunjukkan tren positif yang sangat signifikan sepanjang lima bulan pertama tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Maluku periode Januari-Mei 2026 melonjak hingga 55,65 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia mengungkapkan nilai ekspor tersebut tumbuh dari US$ 18,01 juta menjadi US$ 28,03 juta. Struktur ekspor Maluku saat ini tercatat masih sangat bergantung pada satu komoditas utama nonmigas yakni kelompok ikan dan udang.

"Tidak terdapat kontribusi dari golongan barang lain seperti bahan bakar mineral, sehingga struktur ekspor Maluku masih sangat bergantung pada satu komoditas utama," kata Pattiwaellapia.

Selama Januari hingga Mei 2026, seluruh ekspor Maluku ditujukan ke kawasan Asia dengan nilai mencapai US$28,03 juta. Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$26,82 juta atau 95,69 persen, sedangkan Hongkong sebesar US$1,21 juta atau 4,31 persen.

Ditambhakan, aktivitas pengiriman terpantau hanya bergerak aktif melalui dua pintu keluar utama yakni Pelabuhan Yos Sudarso dan Pelabuhan Tual. Peningkatan ini terutama didorong oleh meningkatnya pengiriman komoditas ikan dan udang melalui Pelabuhan Yos Sudarso yang memiliki peran dominan sebesar 99,19 persen terhadap total ekspor Maluku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....