Optimis Inflasi Terkendali, Ini Langkah yang Ditempuh BI Maluku

  • 04 Jul 2026 17:02 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon-Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI)Provinsi Maluku Dhita Aditya Nugraha menegaskan, inflasi di Maluku dapat dikendalikan melalui pengendalian harga.

"Bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) inflasi dapat dikendalikan.Meski pada Juni 2026 inflasi bulanan mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya,"kata Dhita dalam siaran pers, Jumat 3 Juni 2026.

Ia sampaokan, menghadapi kondisi tersebut, TPID terus mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program pengendalian inflasi, antara lain melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Ke depan, BI bersama TPID akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi pangan sepanjang 2026 melalui penguatan empat pilar pengendalian inflasi (4K), yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Berbagai langkah yang akan terus dilakukan meliputi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Bulog, serta inspeksi mendadak (sidak) pasar guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan. Upaya tersebut juga didukung penyaluran bantuan alat dan benih padi dari Kementerian, pelaksanaan panen raya padi, serta peningkatan serapan gabah dan beras oleh Bulog.

Dari sisi distribusi, pemerintah juga mengoptimalkan layanan penyeberangan ASDP untuk memperlancar distribusi bahan pangan.

Selain itu, koordinasi terus diperkuat melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi pusat dan daerah, sidak pasar terhadap fungsi fasilitas dan rantai distribusi di Pasar Mardika, serta pemantauan berkala harga komoditas hortikultura oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku.

Ia mengatakan, pada Juni 2026 Provinsi Maluku mengalami inflasi sebesar 1,49 persen (month to month/mtm), meningkat dibandingkan inflasi Mei 2026 yang tercatat sebesar 0,93 persen (mtm).

Secara spasial, seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Maluku, yakni Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ambon, dan Kota Tual, masing-masing mencatat inflasi sebesar 1,82 persen, 1,28 persen, dan 1,51 persen (mtm).

Sementara itu, secara tahunan inflasi Maluku mencapai 3,80 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan 3,27 persen (yoy) pada bulan sebelumnya dan berada di atas sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

Peningkatan inflasi pada Juni 2026 terutama dipicu oleh kenaikan harga pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Kelompok Transportasi yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,90 persen dan 0,52 persen (mtm).

Pada kelompok makanan, kenaikan harga terutama berasal dari komoditas hortikultura, yakni bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah dengan andil masing-masing sebesar 0,17 persen, 0,14 persen, dan 0,14 persen (mtm).

Kondisi tersebut dipengaruhi berakhirnya masa puncak panen di tengah meningkatnya curah hujan yang berdampak pada pasokan.

Sementara itu, inflasi pada kelompok transportasi dipicu kenaikan harga bensin yang menyumbang andil 0,30 persen (mtm) seiring penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada 6 Juni 2026.

Selain itu, tarif angkutan udara turut meningkat dengan andil 0,18 persen (mtm) akibat tingginya permintaan selama periode libur dan penyesuaian biaya fuel surcharge.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....