BMKG Imbau Waspada Gelombang 2,5 Meter di Perairan Maluku

  • 02 Jul 2026 19:17 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran mewaspadai potensi gelombang laut sedang di sejumlah wilayah perairan Maluku pada 3–4 Juli 2026. Kondisi ini dipicu oleh pola angin timur hingga tenggara serta adanya daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut Maluku yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, mengatakan tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Maluku.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Perairan Utara dan Selatan Pulau Buru, Perairan Seram Bagian Timur, Kepulauan Banda Neira, Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Babar, Kepulauan Sermata-Leti, Perairan Wetar, Laut Banda, serta Laut Arafuru bagian tengah dan barat.

Menurut Mujahidin, kecepatan angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 4–20 knot. Namun, peningkatan kecepatan angin lebih dari 20 knot terpantau di Perairan Pulau Buru, Laut Banda, dan Laut Arafuru yang dapat memicu peningkatan tinggi gelombang di wilayah tersebut.

BMKG juga mengingatkan adanya risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal berukuran besar apabila kondisi angin dan gelombang meningkat melebihi ambang batas keselamatan.

Mujahidin mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir untuk tetap waspada dan terus memantau informasi cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG guna mengantisipasi potensi dampak gelombang tinggi terhadap aktivitas pelayaran dan perikanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....