JKN Jangkau 282,7 Juta Peserta, BPJS Kesehatan Perkuat Akses Layanan
- 02 Jul 2026 16:06 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memperkuat perannya sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Memasuki lebih dari satu dekade penyelenggaraan, program ini juga dinilai berhasil memperluas akses layanan kesehatan dengan tata kelola yang semakin baik.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan capaian tersebut dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 yang digelar pada Kamis 2 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada publik sekaligus keterbukaan informasi atas penyelenggaraan Program JKN selama 2025.
"Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing," ujar Pujo.
Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta Program JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan atau rata-rata lebih dari 1,9 juta layanan setiap hari.
"Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN, sekaligus menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia," katanya.
Dikatakan, BPJS Kesehatan juga terus memperkuat transformasi digital melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi PANDAWA melalui WhatsApp, dan Care Center 165. Kemudahan layanan tersebut didukung 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), serta 6.190 fasilitas kesehatan penunjang yang menjadi mitra BPJS Kesehatan.
Pengelolaan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan juga tetap terjaga dengan aset bersih mencapai Rp30,04 triliun dan hasil investasi sebesar Rp3,94 triliun hingga akhir 2025. BPJS Kesehatan juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut serta mencatat berbagai capaian tata kelola organisasi.
Program JKN juga memberikan dampak terhadap perekonomian nasional berdasarkan kajian LPEM FEB Universitas Indonesia. Kajian tersebut mencatat kontribusi Program JKN terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp129 triliun, menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja, serta melindungi jutaan masyarakat dari risiko kemiskinan akibat biaya kesehatan.
Di sisi lain, biaya pelayanan kesehatan sepanjang 2025 mencapai Rp191,3 triliun, dengan 26,42 persen dialokasikan untuk pembiayaan penyakit katastropik yang sebagian besar dapat dicegah melalui pola hidup sehat dan deteksi dini. Karena itu, BPJS Kesehatan terus memperkuat upaya promotif dan preventif, meningkatkan kualitas layanan, serta mengoptimalkan pengendalian biaya demi menjaga keberlanjutan Program JKN.
"Keberhasilan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh bangsa. Dengan Program JKN yang kuat, kita optimistis dapat membangun masyarakat yang sehat sebagai fondasi SDM unggul menuju Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing," tutup Pujo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....