Sinergi Imigrasi- ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone Pengawasan Perbatasan

  • 01 Jul 2026 18:01 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon — Imigrasi menggandeng Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut TeknologiBandung (FTMD ITB) dalam menginisiasi “Pagar Digital” guna pengawasan keimigrasian diperbatasan. Hal ini dijelaskan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko usai rapatpembahasan bersama perwakilan ITB pada Selasa, 30 Juli 2026 di Gedung Direktorat JenderalImigrasi.

“Berawal dari keprihatinan dan rasa penasaran saya waktu menghadiri di Eksibisi Pertahanan diSingapura beberapa bulan lalu. Di situ saya lihat ada berbagai macam teknologi canggih untukpengamanan perbatasan dan lainnya. Tapi kok ternyata tidak ada buatan anak bangsa. Padahal SDM kita di dalam negeri punya daya saing yang cukup tinggi untuk menghasilkan kualitasproduk yang setara,”tutur Hendarsam.

Dari situlah pihaknya tambah Hendarsam terpikirkan untuk mencoba menggandeng kampus terbaik di indonesia dibidang teknologi, untuk menginisiasi “Pagar Digital”, sistem pengamanan perbatasan dengan menggunakan drone.

"Kita ini punya 3.111 km wilayah perbatasan darat yang sangat luas danrawan perlintasan ilegal,” lanjutnya.

Lebih lanjut Hendarsam menambahkan Dari jumlah tersebut (3.111 km), hanya tersedia 18 PLBN (Pos Lintas Batas Negara) dan 38 Pos Lintas Batas (PLB) di Kalimantan, Papua danNusa Tenggara Timur. Itupun ada tiga PLBN yang belum aktif dan hanya 7 Pos Lintas Batasyang memang ada perlintasannya. Sisanya masih belum aktif atau terkendala denganPerjanjian Lintas Batas.

Berdasarkan data perlintasan pada Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Darat periode Januarihingga April 2026, volume pelintas resmi tercatat mencapai 679.867 orang. Namun demikian,tantangan sesungguhnya adalah mengawasi pelintas ilegal di jalur-jalur tikus di sepanjang garisperbatasan. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan infrastruktur digital, risiko keamananpersonel di area konflik, serta tingginya kerentanan terhadap kejahatan lintas batas sepertiTindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penyelundupan manusia, dan penyelundupankomoditas.

"Pagar Digital ini kami prioritaskan pada wilayah darat di Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia, Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini, dan Nusa Tenggara Timur yang

berbatasan dengan Timor Leste. Sementara untuk wilayah laut, fokus diarahkan ke KepulauanRiau, Batam, dan jalur-jalur penyeberangan sekitarnya,” paparnua.

Untuk itu, Imigrasi berencana mengoptimalkan teknologi drone hasil pengembangan ITB sejak 2019 yang diproduksi bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Drone ini dirancang untukberoperasi nonstop 24 jam pada garis perbatasan dengan memanfaatkan pasokan daya daripanel surya (solar panel).Sistem pengawasan udara ini akan mengombinasikan dua tipe drone yang bekerja dalam satukesatuan, yaitu Drone HALE (High-Altitude Long-Endurance) yang dapat terbang konstan diketinggian 1.000 meter selama 24 jam untuk melakukan pemantauan perimeter jarak jauh; sertaDrone Mantis, yang berfungsi melakukan pendekatan taktis dan intersepsi visual jarak pendekbegitu drone HALE mendeteksi pergerakan mencurigakan. Sebelumnya teknologi ini telahdiimplementasikan di sektor agrikultur dengan hasil yang memuaskan.

“Pagar digital memang tidak secara fisik bisa menghentikan orang, tetapi memberikankesadaran situasional (situational awareness) secara real-time. Saat drone mendeteksipergerakan di blind spot perbatasan, sistem langsung mengirimkan koordinat ke pos imigrasiatau penjaga perbatasan terdekat. Langkah ini bisa memangkas waktu respons patrolikonvensional secara drastis,”jelasnya.

Ia menegaskan bahwa hal ini menjadikeunggulan dari sistem kolaborasi ini.Drone juga memperluas daya jangkau petugas . Mengingat luasnya wilayah pengawasan,keberadaan mata udara yang cepat dan fleksibel memberikan data awal yang akurat sebelumtim bergerak melakukan penindakan. Ini jauh lebih hemat dibandingkan harus mengoperasikanaset udara berawak.

Sebagai rencana jangka panjang, program Pagar Digital ini diproyeksikan menjadi fondasiutama dalam membangun kemandirian siber (cyber security) di lingkungan keimigrasiannasional. Kerjasama antara Imigrasi, ITB, dan PT DI adalah upaya untuk memastikan bahwapengawasan kedaulatan negara tidak bergantung pada sistem asing. Dengan mengamankanjalur-jalur tidak resmi lewat teknologi siber dan patroli udara domestik, kita dapat meminimalkancelah bagi pelaku TPPO maupun pelintas ilegal, sekaligus mengaktualisasikan kemandirian teknologi nasional secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....