Antrean Solar di Ambon Meningkat, Sopir Menunggu 5 Jam
- 29 Jun 2026 20:46 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Peningkatan konsumsi Biosolar didominasi pengguna Dexlite yang beralih setelah harga bahan bakar nonsubsidi mengalami kenaikan secara signifikan sejak 1 Maret 2026 lalu. Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ambon semakin panjang dalam beberapa pekan terakhir.
Di sejumlah SPBU, antrean kendaraan yang hendak mengisi Biosolar. Dari pantauan RRI di Lapangan, Senin (29/6), tidak hanya truk dan bus, antrean juga dipenuhi mobil box bermesin diesel berkapasitas besar. Salah seorang pemilik mobil diesel, Fahrul mengaku tetap mengantri untuk mendapatkan Biosolar demi menekan biaya operasional kendaraan.
"Kalau dihitung selisihnya jauh sekali. Biosolar Rp 6.800 per liter, sementara Pertamina Dex sudah sekitar Rp 26 ribu per liter. Untuk penggunaan harian tentu jauh lebih hemat," kata Fahrul.
Dia meyakini, kenaikan harga bahan bakar diesel nonsubsidi yakni Dexlite dan Pertamina Dex membuat banyak pemilik kendaraan memilih alternatif yang lebih murah. "Sekarang bukan cuma saya. Banyak pengguna mobil diesel yang dulu isi Dex atau Dexlite sekarang beralih ke Biosolar karena pertimbangan ekonomi," ujarnya.
Namun, kondisi tersebut berdampak pada kendaraan angkutan umum dan logistik yang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre.
Sopir truk antarkota, Agus mengaku pernah menunggu hingga lebih dari lima jam hanya untuk mendapatkan Biosolar. "Pernah itu antre dari subuh, sampai jam makan siang baru bisa pengisian, Kami sebagai angkutan umum ikut terdampak. Harusnya ada prioritas untuk kendaraan angkutan, Padahal kami juga dikejar jadwal keberangkatan," jelasnya.
Dirinya berharap pemerintah dapat membuat peraturan yang lebih tegas agar distribusi Biosolar lebih diprioritaskan bagi pengguna BBM Bersubsidi atau kendaraan angkutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....