BMKG: Sejumlah Wilayah Maluku Berpotensi Dilanda Karhutla
- 27 Jun 2026 09:11 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Meski sejumlah wilayah di Maluku, termasuk Kota Ambon, dalam beberapa hari terakhir didominasi cuaca mendung serta hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan petir, BMKG tetap mengingatkan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah Maluku. Peringatan ini disampaikan melalui Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) BMKG yang dirilis pada 26 Juni 2026.
Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di sebagian besar wilayah Maluku berada pada kategori aman hingga sedang. Namun, wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya tercatat berada pada kategori sangat tinggi.
Selain itu, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan menengah permukaan tanah di wilayah Maluku secara umum berada pada kategori mudah hingga sangat mudah. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun hujan masih terjadi di beberapa daerah, faktor kekeringan pada lapisan tertentu tetap dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
BMKG juga mencatat tingkat kemudahan penyebaran api di sebagian wilayah Kota Tual, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Kondisi angin yang mendukung dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
Sementara itu, indeks cuaca kebakaran atau Fire Weather Index (FWI) menunjukkan intensitas kebakaran hutan dan lahan di Maluku umumnya berada pada kategori sedang hingga tinggi. Bahkan, di sebagian wilayah Kota Tual, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya, tingkat intensitas api diperkirakan berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah tetap waspada terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah yang telah teridentifikasi memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pemantauan kondisi cuaca dan lingkungan secara berkala perlu dilakukan sebagai langkah mitigasi guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....