Angka Fatherless di Maluku Mencapai 22 Persen
- 24 Jun 2026 18:00 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon: Fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak di Maluku masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), angka fatherless di Maluku mencapai 22 persen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena peran ayah dinilai sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, baik dari aspek pendididkan, psikologis, maupun pembentukan karakter.
Kepala BKKBN Perwakilan Maluku, Edi Setiawan mengatakan, fatherless tidak hanya terjadi ketika seseorang anak kehilangan sosok ayak karena faktor tertentu, tetapi juga ketika ayah hadir secara fisik namun kuranv terlibag dalam pengasuhan dan pendampingan anak di lingkungan keluarga.
"Peran ayah dalam keluarga sangat penting. Kehadiran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, dan teladan bagi anak," kata Edi Setiawan di Ambon, Rabu, 24 Juni 2026
Menurutnya, kurangnya keterlibatan ayah dapat berdampak pada perkembangan emosional dan sosial anak. Anak yang tumbuh tanpa dukungan dan perhatian yang cukup dari ayah berpotensi mengalami berbagai persoalan, misalnya anak tidak percaya diri, kesulitan membangun hubungan sosial yang sehat, dan lainnya.
"Tapi berbahagianya itu karena di Maluku ini masih lebih rendah dari angka nasional. Dan di beberapa wilayah lain, itu di atas angka 30 persen," ungkapnya
Ditanya soal penyebab dominan, Edi Setiawan bilang, budaya patriarki di Maluku masih sangat kuat. Ini yang membuat tugas pengasuhan kebanyakan dilimpahkan kepada ibu, sementara ayah hanya fokus untuk mencari nafkah.
"Pemahaman masyarakat bahwa masih ada pembagian tugas, ibu kerja di rumah, dan ayah cari nafkah. Nah, ini penyebab angka fhaterless tinggi," ujarnya
Untuk itu, ia mendorong penguatan peran keluarga melalui berbagai program edukasi dan pendampingan. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan diharapkan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti meluangkan waktu bersama anak, mendampingi proses belajar, mengambil raport anak di sekolah, hingga aktif dalam kegiatan keluarga.
"Nah, makanya BKKBN membuat sejumlah program seperti gerakan ayah mengambil raport, gerakan ayah mengantar anak ke sekolah dan edukasi-edukasi lainnya dengan harapan angka fatherless di Maluku alami penurunan," ucapnya
Dengan angka fatherless yang masih mencapai 22 persen, BKKBN Maluku berharap seluruh pihak, mulai dari keluarga, pemerintah daerah, lembang pendidikan hingga tokoh masyarakat, dapat bersama-sama mendorong peningkatan peran ayah dalam pengasuhan demi menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....