Lapas Geser Maksimalkan Pelayanan Prima
- 23 Jun 2026 13:08 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menggelar rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Tindak Lanjut Pencapaian Kinerja Triwulan II Tahun 2026, Selasa 23 Juni 2026. Bertempat di ruang aula, rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, didampingi Kepala Urusan Tata Usaha, M. Alhamid, serta diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan pegawai.
Agenda utama rapat ini adalah membahas realisasi target perjanjian kinerja yang disepakati bersama jajaran Lapas Geser sejak awal tahun 2026. Membuka diskusi ini, Alhamid menyampaikan laporannya terkait capaian positif dalam pemenuhan data dukung target tersebut.
“Pemenuhan data dukung B03 sudah mencapai 100%, sedangkan progres B06 saat ini berada di angka 50%. Untuk mencapai hasil maksimal, kita harus bergerak bersama dan tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Alhamid.
Ia juga mengajak seluruh staf untuk saling membantu dalam pengisian data dukung LKE yang akurat dan tertib administrasi demi mewujudkan pelayanan prima.
Kalapas Geser, Nober Hasanda, dalam arahannya menekankan pentingnya penerapan sistem organisasi Organization, Action, and Control (OAC). Ia meminta setiap tahapan Lembar Kerja Evaluasi (LKE) dipenuhi dengan baik dan dibarengi dengan inovasi agar organisasi terus maju.
“Mari kita saling melihat dan memberi masukan positif untuk kemajuan kantor. Sinergi antar-subseksi sangat diperlukan. Tunjukkan kinerja dan loyalitas tinggi, karena kantor ini harus terus berjalan dengan pelayanan terbaik,” tegas Nober.
Terkait aspek keamanan, Surdin Derlen selaku Kasubsi Kamtib menyatakan bahwa, sejauh ini, fungsi keamanan di Lapas Geser berjalan sangat baik.
“Kegiatan razia rutin dan tes urine bagi warga binaan telah terealisasi sesuai target. Stok alat tes urine pun dipastikan aman hingga dua bulan ke depan,” jelas Derlen.
Menanggapi penjelasan Kasubsi Kamtib, Nober menyatakan bahwa bagian keamanan dan ketertiban (kamtib) merupakan jantung utama Lapas dalam mengawal keberhasilan pembinaan bagi warga binaan.
Oleh karena itu, strategi kolaborasi dengan aparat penegak hukum (APH) terkait perlu terus dijalin melalui sinergi yang optimal. Nober juga mengingatkan jajarannya mengenai fungsi intelijen, di mana seluruh pegawai harus menjadi mata dan telinga pimpinan dalam mendeteksi dinamika, baik di dalam lapas maupun di tengah masyarakat.
“Informasi intelijen yang akurat menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan demi menjaga keharmonisan pelayanan,” tutur Nober.
Selain itu, ia menginstruksikan agar perlunya rapat evaluasi berkala di setiap seksi guna memastikan kesiapan dalam menyelesaikan tugas.
Rapat monev ini juga memaparkan keberhasilan program pembinaan kemandirian dan kepribadian bagi warga binaan.
Untuk rencana ke depan, Lapas Geser akan mengupayakan pelatihan kerja bersertifikasi serta memperluas kolaborasi dengan pihak ketiga.
Menanggapi laporan tersebut, Nober memberikan apresiasi dan motivasi spiritual kepada jajarannya. Kegiatan pembinaan yang berhasil akan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir.
“Tugas kita adalah membawa mereka dari kegelapan menuju terang, dan itu harus diawali dengan niat yang tulus,” ungkap Nober.
Di akahir sesi, menyikapi tantangan pemenuhan layanan kesehatan fisik dan mental bagi warga binaan, Nober berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kerja sama dengan instansi kesehatan eksternal.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan bersama seluruh jajaran Lapas Geser untuk merealisasikan rencana kerja demi menghadirkan pelayanan publik yang transparan, aman, dan humanis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....