Perdana di Lapas Wahai, 17 Warga Binaan Khatam Alquran di 1 Muharam
- 20 Jun 2026 12:06 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon- Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai diisi dengan prosesi khataman Alquran yang diikuti 17 Warga Binaan di Beranda Mesra, Jumat 19 Juni 2026. Kegiatan ini sekaligus torehkan sejarah baru karena menjadi pelaksanaan khataman Alquran pertama sejak Lapas Wahai berdiri.
Acara yang mengusung tema “Semangat Hijrah Menuju Pribadi Baru yang Lebih Bertakwa dan Bermanfaat di Masa Depan” ini dihadiri Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seram Utara, jajaran pejabat struktural dan staf, serta keluarga Warga Binaan yang turut berikan dukungan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi para peserta yang telah khatam Alquran. Ia menegaskan bahwa masa pembinaan merupakan ruang untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada nilai-nilai keagamaan.
“Jeruji besi tidak mampu membatasi hati yang ingin dekat dengan Alquran. Masa pembinaan ini adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kehidupan yang lebih baik,” ujar Tersih.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seram Utara, Maqatitta Rumbaroa, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Ia menilai adanya perkembangan positif dalam pembinaan rohani Warga Binaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Setahun lalu kami menyerahkan Alquran, dan hari ini 17 Warga Binaan berhasil mengkhatamkannya. Ini menunjukkan perubahan yang sangat baik. Kami siap terus bersinergi dalam pembinaan keagamaan,” katanya.
Haru juga dirasakan keluarga Warga Binaan yang hadir. RC, salah satu perwakilan keluarga menyampaikan rasa syukur atas perubahan yang ditunjukkan anggota keluarganya selama menjalani pembinaan.
“Saya tidak menyangka anak saya bisa dibimbing hingga khatam Alquran di dalam Lapas. Kami berterima kasih kepada Kalapas dan seluruh petugas yang telah membimbing dengan sabar. Ini menjadi hadiah terbaik bagi keluarga kami,” katanya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan kepribadian berbasis keagamaan di Lapas Wahai.
“Kami mengapresiasi langkah Lapas Wahai. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan berjalan dengan baik dan memberi dampak nyata,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat khataman Alquran oleh KUA Kecamatan Seram Utara kepada 17 peserta, dilanjutkan doa bersama untuk keberkahan dan kelancaran proses pembinaan di Lapas Wahai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....