Disiplin dan Tanggung Jawab Sosial, Kunci Keberlanjutan Usaha Ekonomi Kreatif
- 16 Jun 2026 10:53 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Disiplin kerja dan tanggung jawab sosial menjadi modal penting yang menopang rantai nilai ekonomi kreatif di Indonesia. Nilai-nilai tersebut tidak hanya mendorong produktivitas, tetapi juga menciptakan keberlanjutan dalam aktivitas ekonomi berbasis masyarakat.
Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya dan Pariwisata Harry Waluyo menilai, hal tersebut dapat dilihat dari aktivitas para pemulung yang berperan sebagai bagian awal dalam rantai pasok ekonomi sirkular. Melalui disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab sosial, mereka mampu mengubah barang yang dianggap tidak bernilai menjadi sumber ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Di balik aktivitas memungut barang bekas terdapat nilai-nilai disiplin, kerja keras, tanggung jawab sosial, dan solidaritas yang memungkinkan roda ekonomi terus berputar,” ujar Waluyo.
Menurutnya, disiplin tercermin dalam kebiasaan bekerja secara teratur, kemampuan memilah material berdasarkan jenis dan kualitas, serta menjaga hubungan kerja dengan pengepul. Tanpa disiplin, proses pengumpulan material bekas tidak akan berjalan efektif sehingga dapat mengganggu rantai pasok industri daur ulang.
Selain memberikan manfaat ekonomi, para pemulung juga memiliki peran sosial yang besar karena membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Kontribusi tersebut sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang kini menjadi fondasi ekonomi hijau dan ekonomi kreatif.
Dalam rantai nilai ekonomi kreatif, aktivitas pemulung dimulai dari pengumpulan material, proses sortasi, pengelolaan oleh pengepul, hingga pengolahan di industri daur ulang. Material tersebut kemudian dapat diubah menjadi berbagai produk kreatif seperti kerajinan, furnitur, aksesori fesyen, kemasan ramah lingkungan, hingga karya seni berbasis limbah.
“Ketika disiplin, tanggung jawab sosial, dan kreativitas bertemu, maka sampah dapat berubah menjadi sumber kesejahteraan dan menjadi fondasi pembangunan ekonomi yang inklusif,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan investasi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Karena itu, disiplin, tanggung jawab sosial, dan kreativitas perlu terus diperkuat sebagai modal utama dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....