BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Tadulako Perkuat Sinergi Tridarma Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (foto: Humas BPJS Ketenagakerjaan cabang Maluku)
RRI.CO.ID, Ambon- Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku, Heru Siswanto, menilai kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Tadulako merupakan langkah positif dalam membangun budaya sadar jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dini di kalangan generasi muda. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memahami pentingnya perlindungan sosial saat memasuki dunia kerja.
“Kami menyambut baik terjalinnya kerja sama ini karena akan memberikan manfaat yang luas, baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, literasi jaminan sosial ketenagakerjaan dapat semakin diperkuat, sekaligus mendorong lahirnya berbagai penelitian dan inovasi yang mendukung pengembangan sistem perlindungan pekerja di Indonesia,” ujar Heru.
Heru menambahkan bahwa sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan perguruan tinggi juga dapat menjadi sarana efektif untuk memperluas cakupan perlindungan bagi ekosistem kampus, termasuk tenaga pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa magang, hingga peserta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Harapan kami, kerja sama seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya untuk bersama-sama membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih aman, produktif, dan terlindungi. Dengan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial, maka tujuan besar untuk mewujudkan pekerja Indonesia yang sejahtera dan terlindungi dapat tercapai,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan BPJS Ketenagakerjaan kembali memperkuat kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Tadulako dalam rangka penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, bersama Rektor Universitas Tadulako, Amar, di Gedung Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 11 Juni 2026.
Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi landasan bagi kedua pihak untuk memperkuat sinergi antara program jaminan sosial ketenagakerjaan dan dunia pendidikan tinggi, sekaligus mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi tindak lanjut dari Grand Launching Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos) yang diselenggarakan pada Agustus 2025 oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dalam program nasional tersebut, Universitas Tadulako menjadi salah satu perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung implementasi Kurjamsos sebagai upaya membangun kesadaran dan pemahaman mengenai jaminan sosial sejak di bangku pendidikan tinggi.
"Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap memasuki dunia kerja. Karena itu, kami memandang kampus sebagai mitra strategis untuk menanamkan pemahaman mengenai hak dan perlindungan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan," ujar Harjono.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penguatan perlindungan bagi pekerja di lingkungan kampus, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam riset, kajian, studi bersama, serta pengembangan kurikulum jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui sinergi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap lahir berbagai inovasi dan gagasan yang dapat mendukung penguatan sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.
Lebih lanjut, Harjono mengapresiasi komitmen Universitas Tadulako yang sejak April 2017 telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada tenaga kontrak di lingkungan kampus. Hingga saat ini tercatat sebanyak 353 tenaga kontrak telah terlindungi melalui Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
"Ke depan, kami berharap perlindungan dapat menjangkau seluruh ekosistem kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, tenaga pendukung, mahasiswa magang, hingga peserta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, produktif, dan terlindungi," tambah Harjono.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini juga sejalan dengan strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yakni Coverage melalui perluasan perlindungan di ekosistem kampus, Care melalui layanan yang semakin mudah dan responsif, serta Credibility melalui penguatan riset, tata kelola, dan inovasi berbasis pengetahuan.
Dalam jangka panjang, BPJS Ketenagakerjaan memiliki visi mewujudkan seamless protection, sehingga perlindungan sosial dapat hadir secara otomatis dan melekat dalam setiap tahapan kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menyambut positif penandatanganan nota kesepahaman tersebut sebagai langkah strategis untuk mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, kemitraan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas kontribusi dunia akademik dalam mendukung pembangunan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
"Hari ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan lembaga penyelenggara jaminan sosial nasional. Kami berharap MoU ini segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama dan implementasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat," ungkapnya.
Amar menjelaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas. Selain memperkuat pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, kemitraan ini juga dapat mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menambahkan bahwa Universitas Tadulako membuka ruang kolaborasi yang luas bersama BPJS Ketenagakerjaan, termasuk melalui pengembangan riset, penyusunan kajian akademik, program pengabdian masyarakat, hingga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dapat menjadi sarana edukasi dan peningkatan literasi jaminan sosial di tengah masyarakat.
Melalui kerja sama ini, Universitas Tadulako berharap dapat membangun kemitraan jangka panjang yang mampu memperkuat kesejahteraan sivitas akademika, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan sosial, serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, produktif, berdaya saing, dan terlindungi.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut turut menyambut baik kerja sama antar kedua belah pihak. Menurutnya, kolaborasi dengan Universitas Tadulako menjadi langkah strategis untuk memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan generasi muda sekaligus mendorong lahirnya berbagai kajian dan inovasi yang mendukung perluasan perlindungan pekerja di kawasan Indonesia Timur.
"Melalui sinergi ini, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebelum memasuki dunia kerja, sehingga dapat mendukung terwujudnya pekerja Indonesia yang produktif, terlindungi, dan sejahtera," ujar Suci.
Melalui kemitraan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap dapat memperluas jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi di berbagai daerah guna memperkuat ekosistem perlindungan pekerja yang berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sejak di bangku pendidikan.