Ribuan Ton Beras dalam Perjalanan, Bulog Jaga Ketahanan Pangan Maluku-Malut

  • 11 Jun 2026 10:16 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara memastikan ketersediaan stok beras di wilayah kerjanya tetap aman hingga akhir tahun 2026. Untuk memperkuat cadangan pangan, Bulog akan menerima tambahan pasokan beras dari sejumlah daerah penghasil di Indonesia.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara, Rudy Senawi Tahir mengatakan Maluku bukan merupakan sentra produksi beras besar seperti beberapa daerah lain. Karena itu, pasokan beras dari luar daerah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan.

Lanjut dikatakan, saat ini terdapat sejumlah pasokan beras yang masih dalam perjalanan melalui laporan MoveNas (Movement Nasional). Pasokan tersebut berasal dari Jawa Timur sebanyak sekitar 500 ton, Sulawesi Tenggara sekitar 50 ton, serta Sulawesi Selatan sebanyak 2.200 ton yang akan datang secara bertahap hingga Desember 2026.

“Jadi pasokan beras akan datang bertahap hingga Desember 2026,” ujarnya

Ia menjelaskan, tambahan pasokan tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi penurunan hasil panen atau gagal panen di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Meski demikian, Bulog tetap optimis dapat menyerap beras lokal dari petani di daerah, khususnya di Pulau Buru dan Pulau Seram, Provinsi Maluku.

Ditambahkan, untuk saat ini, stok komoditas pangan di gudang Bulog terdiri atas 10.500 ton beras medium dan 500 ton beras premium. Selain itu, tersedia pula gula pasir sebanyak 69 ton, jagung pakan ternak 99,2 ton, serta minyak goreng mencapai 301.262 liter.

“Seluruh stok pangan tersebut tersebar di sejumlah gudang Bulog yang berada di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Ketersediaan stok itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kedua provinsi,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....