BRMP Maluku Targetkan Produksi 10 Ton Benih Pokok pada 2026

  • 08 Jun 2026 13:37 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku target hasilkan 10 ton benih pokok tahun 2026 untuk memenuhi kebutuhan petani. Produksi benih sumber padi sawah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Maluku.

Kebutuhan benih pokok di Maluku diproyeksikan mencapai 13,47 ton dengan Indeks Pertanaman (IP) 1,5. Perhitungan itu didasarkan pada kebutuhan benih sebesar 40 kilogram per hektare dari luas baku sawah (LBS) Maluku yang mencapai 17.960 hektare, termasuk 1.059 hektare di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan Tim Monev BRMP Maluku diwakili oleh Kapoksi Program dan Pengujian BRMP Maluku, Novendra Cahyo Nugroho, menunjukkan kegiatan produksi berjalan sesuai rencana. Dari total lahan produksi seluas 4 hektare, sebanyak 2 hektare telah dipanen menggunakan varietas Pajajaran.

“Panen tersebut menghasilkan sekitar 6,3 ton gabah kering panen (GKP) yang selanjutnya akan diproses menjadi benih bersertifikat,” ujarnya.

Sementara untuk varietas Inpari 42 yang ditanam pada lahan lainnya dijadwalkan panen pada pekan kedua Juni 2026. Hasil panen tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target produksi benih pokok tahun ini.

Menurutnya, produksi benih sumber varietas unggul baru dinilai menjadi faktor strategis dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Ketersediaan benih berkualitas juga menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan hasil panen petani di Maluku.

“Berdasarkan data tahun 2025, luas panen padi di Maluku meningkat 1,57 persen dan produksi naik 13,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produktivitas padi juga meningkat dari 4,6 ton per hektare menjadi 5,19 ton per hektare GKP, meski masih berada di bawah rata-rata nasional sebesar 6,35 ton per hectare,” jelasnya.

Untuk diketahui, kegiatan produksi benih ini berlangsung di Waimital yang dikenal sebagai Gemba atau Gerakan Masyarakat Baru, simbol semangat gotong royong masyarakat dalam membangun desa dan memperkuat ketahanan pangan. Wilayah tersebut juga memiliki nilai sejarah melalui pengabdian Kasim Arifin yang berkontribusi dalam pembangunan jalan, irigasi, dan pengembangan pertanian hingga namanya diabadikan sebagai nama jalan di Waimital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....