DPRD Desak Evaluasi Menyeluruh Konflik Huamual, Soroti Pola Bentrokan Berulang

  • 07 Jun 2026 21:01 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Rentetan bentrokan yang berulang kali terjadi di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), memicu keprihatinan kalangan legislatif. DPRD SBB menilai konflik yang terus muncul di sejumlah desa dan dusun tidak lagi bisa dipandang sebagai insiden sporadis, melainkan harus dilihat sebagai persoalan sosial yang memerlukan penanganan menyeluruh dan berkelanjutan.

Anggota DPRD SBB dari Daerah Pemilihan Huamual, Anwar La Ode Tiha, meminta pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat duduk bersama untuk mengevaluasi berbagai faktor yang menjadi pemicu konflik di wilayah tersebut. Menurutnya, frekuensi bentrokan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan adanya persoalan mendasar yang belum terselesaikan secara tuntas sehingga terus memunculkan ketegangan baru di tengah masyarakat.

"Konflik yang terus berulang harus menjadi perhatian serius semua pihak. Kita perlu melihat secara menyeluruh apa yang sebenarnya menjadi penyebab sehingga bentrokan terus terjadi di wilayah Huamual," kata Anwar, Sabtu (6/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan menyusul bentrokan terbaru antara warga Dusun Olas dan Dusun Katapang, Desa Lokki, yang menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka serta memicu kerusakan fasilitas negara, termasuk kendaraan dinas milik kepolisian.

Anwar mengungkapkan, sebelum konflik Katapang dan Olas pecah, sejumlah bentrokan juga sempat terjadi di beberapa wilayah lain di Kecamatan Huamual. Konflik antara Ani dan Pawae, Tanah Goyang dan Ariate, hingga Ely Tanah Merah dan Ely Tanah Besar menjadi catatan yang menurutnya perlu dikaji secara serius.

"Bentrokan yang terjadi mulai dari Ani-Pawae, Tanah Goyang-Ariate, Ely Tanah Merah-Ely Tanah Besar hingga Katapang-Olas harus menjadi bahan evaluasi bersama. Jangan sampai konflik yang satu selesai, muncul lagi konflik baru di tempat lain," ujarnya.

Ia menilai langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat keamanan saat ini sudah tepat. Namun, upaya tersebut perlu dibarengi dengan langkah pencegahan yang lebih sistematis agar potensi konflik dapat dideteksi sejak dini.

Menurut Anwar, pendekatan keamanan semata tidak cukup apabila akar persoalan yang melatarbelakangi pertikaian tidak diidentifikasi dan diselesaikan secara menyeluruh.

Karena itu, ia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas setiap kasus bentrokan yang terjadi, termasuk mengungkap kemungkinan adanya pihak-pihak yang sengaja memprovokasi atau memanfaatkan situasi untuk memperkeruh hubungan antarwarga.

"Jangan sampai ada pihak tertentu yang sengaja menciptakan kekacauan atau mengambil keuntungan dari situasi yang sedang terjadi. Semua harus diusut secara transparan agar masyarakat mendapatkan kepastian," ucapnya.

Selain persoalan konflik sosial, Anwar juga menyoroti maraknya peredaran minuman keras yang dinilai masih menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya tindak kekerasan di sejumlah wilayah. Ia meminta aparat kepolisian bersama instansi terkait meningkatkan operasi dan pengawasan terhadap peredaran minuman keras ilegal yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.

"Peredaran minuman keras harus menjadi perhatian serius karena sering kali menjadi pemicu pertikaian, penganiayaan, bahkan bentrokan yang berujung pada korban jiwa maupun kerugian materi," katanya.

Di sisi lain, Anwar mengajak masyarakat Huamual untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar melalui media sosial dan grup percakapan.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi sering kali mempercepat eskalasi konflik dan memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Ia meminta warga lebih mengedepankan komunikasi, musyawarah, serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Lebih jauh, politisi tersebut menekankan pentingnya peran tokoh adat, tokoh agama, pemuda, pemerintah desa, hingga pemerintah daerah dalam membangun kembali ruang dialog dan rekonsiliasi di tengah masyarakat. Sebagai wilayah yang memiliki ikatan adat dan kekerabatan yang kuat,

Huamual dinilai memiliki modal sosial yang besar untuk menyelesaikan berbagai persoalan secara damai. "Huamual memiliki sejarah persaudaraan yang kuat. Nilai-nilai itu harus kembali dihidupkan agar masyarakat tidak mudah terpecah akibat persoalan-persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan dialog dan musyawarah," ujarnya.

Anwar berharap situasi keamanan di Huamual segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal. Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan rentetan konflik yang terjadi sebagai pelajaran penting untuk memperkuat persatuan dan mencegah peristiwa serupa terulang kembali di masa mendatang.

"Masyarakat Huamual adalah satu keluarga besar. Perbedaan dan persoalan yang ada harus diselesaikan secara damai. Mari kita jaga keamanan, hormati proses hukum, dan bersama-sama membangun Huamual yang aman, damai, dan harmonis," ucapnya menutup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....