Pendeta Jhon Ruhulessin Ajak Jemaat Merawat Bumi, Waspadai Dosa Ekologis
- 07 Jun 2026 09:41 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Pendeta Jhon Ruhulessin mengajak jemaat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan hidup dan menghindari berbagai tindakan yang dapat merusak alam. Pesan tersebut disampaikannya dalam khotbah minggu pagi, 7 Juni 2026 di Gereja Maranatha Ambon.
Dalam khotbahnya, Jhon Ruhulessin menyoroti berbagai contoh kerusakan lingkungan yang terjadi akibat keserakahan manusia. Ia menjelaskan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan perubahan wilayah subur menjadi kawasan tandus akibat eksploitasi alam yang berlebihan oleh manusia.
Menurutnya, manusia sering kali menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan melalui tindakan yang mengutamakan kepentingan ekonomi tanpa mempertimbangkan dampak ekologis jangka panjang. Ia mencontohkan perburuan satwa liar secara besar-besaran pada masa lampau, penebangan hutan, serta eksploitasi sumber daya alam yang mengakibatkan hilangnya keseimbangan ekosistem.
“Kerusakan ekologis tidak terjadi begitu saja. Banyak di antaranya merupakan akibat dari keserakahan manusia yang mengambil lebih dari yang dibutuhkan dan mengabaikan tanggung jawab terhadap alam,” ungkap Ruhulessin.
Ia juga menyinggung berbagai bencana lingkungan yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, termasuk banjir dan kerusakan ekosistem yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut menunjukkan adanya ketidakadilan ekologis yang menyebabkan penderitaan bagi manusia.
Selain itu, Ruhulessin menyoroti ancaman kerusakan lingkungan di wilayah Papua yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat adat dan kelestarian alam. Ia mengingatkan bahwa pembangunan harus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi generasi mendatang.
Dalam refleksinya, Ruhulessin mengajak jemaat untuk memahami bumi sebagai rumah bersama yang harus dijaga dan dipelihara. Ia menegaskan bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk merawat ciptaan Tuhan.
“Jika bumi tidak dijaga dengan baik, kita akan mewariskan kerusakan kepada generasi berikutnya. Karena itu, setiap orang dipanggil untuk turut menjaga, merawat, dan memelihara lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab iman,” katanya.
Pada akhir khotbahnya, Ruhulessin mendorong gereja untuk mengambil peran aktif dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat. Menurutnya, gereja tidak hanya bertugas memberitakan kabar baik, tetapi juga mengajak umat untuk menjaga keutuhan ciptaan Tuhan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....