Impor Maluku Januari-April 2026 Tumbuh 86 Persen, Capai US$217,24 Juta
- 05 Jun 2026 10:42 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, Maritje Pattiwaelapia menyebut total impor Maluku pada periode Januari-April 2026 mencapai US$217,24 juta. Nilai tersebut meningkat 86 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar US$116,80 juta.
Peningkatan impor didorong oleh lonjakan impor sektor nonmigas yang tumbuh 5.522,02 persen dengan kontribusi 17,46 persen terhadap total impor. Sementara itu, impor sektor migas juga meningkat 54,41 persen dan masih mendominasi dengan peran 82,54 persen.
Secara kumulatif, impor Maluku selama Januari-April 2026 mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Negara pemasok utama impor Maluku yakni Singapura dengan kontribusi 52,05 persen, disusul Malaysia sebesar 30,49 persen, Finlandia sebesar 16,78 persen, dan Tiongkok sebesar 0,68 persen.
“Kenaikan terbesar berasal dari impor asal Malaysia yang meningkat 230,60 persen atau senilai US$66,24 juta. Selain itu, impor dari Tiongkok juga tumbuh 118,74 persen dengan nilai mencapai US$1,48 juta,” ujar Pattiwaellapia menjelaskan.
Menurutnya, dari total impor Maluku sebesar US$217,24 juta, sebanyak 99,32 persen dibongkar melalui Pelabuhan Yos Sudarso. Sisanya sebesar 0,68 persen masuk melalui Pelabuhan Wahai.
Nilai kumulatif impor yang masuk melalui Pelabuhan Yos Sudarso mencapai US$215,77 juta. Angka tersebut meningkat 85,81 persen dibandingkan periode Januari-April 2025, sekaligus menegaskan peran pelabuhan tersebut sebagai pintu utama masuknya barang impor ke Maluku.
“Sementara aktivitas bongkar barang di Pelabuhan Wahai tercatat sebesar US$1,48 juta. Nilai tersebut meningkat 118,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” tutur Pattiwaellapia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....