Ekspor Maluku Naik 37,04 Persen, Ikan dan Udang Tetap Jadi Andalan

  • 05 Jun 2026 10:41 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Ekspor Maluku periode Januari-April 2026 melonjak 37,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Nilai ekspor tercatat meningkat dari US$12,07 juta menjadi US$16,54 juta, didorong oleh kenaikan ekspor komoditas nonmigas berupa ikan dan udang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, Maritje Pattiwaellapia dalam paparannya mengatakan peningkatan nilai ekspor sepenuhnya ditopang oleh kelompok komoditas ikan dan udang. Hingga April 2026, tidak terdapat kontribusi dari golongan barang lain seperti bahan bakar mineral sehingga struktur ekspor Maluku masih bergantung pada satu komoditas utama.

Selama Januari-April 2026, seluruh ekspor Maluku ditujukan ke kawasan Asia dengan nilai mencapai US$16,54 juta. Tiongkok menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor US$15,33 juta atau 92,69 persen dari total ekspor, disusul Hong Kong sebesar US$1,21 juta atau 7,31 persen.

“Pada periode tersebut, tidak terdapat aktivitas ekspor ke kawasan di luar Asia,” kata Pattiwaellapia.

Ditambahkan, dari sejumlah pelabuhan ekspor di Maluku, aktivitas ekspor pada Januari-April 2026 hanya berlangsung melalui Pelabuhan Yos Sudarso dan Pelabuhan Tual. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilai ekspor melalui kedua pelabuhan tersebut meningkat 37,04 persen.

Peningkatan ekspor terutama didorong oleh tingginya pengiriman ikan dan udang melalui Pelabuhan Yos Sudarso. Pelabuhan tersebut mendominasi ekspor Maluku dengan kontribusi mencapai 98,63 persen terhadap total nilai ekspor daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....