Karnaval Idul Adha & Tradisi Abdau di Tulehu Tetap Meriah meski Digelar Sederhana

  • 28 Mei 2026 19:09 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Ribuan warga dari Kota Ambon, serta negeri-negeri sekitar di Pulau Ambon, Seram, dan Lease, memadati jalan-jalan utama di sekitar Masjid Jami' Aman Haturessy (Tulehu), Kecamatan Salahuttu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Rabu, 27 Mei 2026. Kehadiran massa yang membludak sejak pukul 15.00 WIT ini dalam rangka menyaksikan langsung kemeriahan Karnaval Budaya dan Tradisi Abdau dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Meski Karnaval Idul Adha dan Tradisi Abdau tahun ini berlangsung tanpa adanya panggung kehormatan maupun kehadiran pejabat daerah, antusiasme masyarakat dan peserta tidak surut. Kemeriahan karnaval tahun ini tetap terjaga berkat pengamanan ketat dari puluhan aparat gabungan TNI-Polri yang bersiaga di sepanjang rute untuk memastikan arus lalu lintas dan jalannya acara tetap aman serta kondusif.

Karnaval religi ini dimeriahkan oleh berbagai atraksi budaya khas Negeri Tulehu, mulai dari pasukan cakalele, tarian sawat, musik hadrat, hingga arak-arakan hewan kurban. Menariknya, peserta karnaval tidak hanya didominasi oleh generasi muda, tetapi juga melibatkan barisan hadrat orang dewasa yang diisi oleh para tokoh masyarakat setempat.

Panitia Pelaksana Zul Nahumarury menjelaskan, karnaval tahun ini memang sengaja dikemas secara lebih sederhana karena adanya efisiensi anggaran. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang megah dengan panggung formal dan undangan resmi untuk pejabat Pemprov Maluku serta Pemkab Maluku Tengah, anggaran kali ini dialokasikan secara efektif agar kaul negeri dan tradisi inti Abdau tetap bisa berjalan dengan lancar.

Atap rumah penduduk tak luput dari sasaran Askar Abdau (foto AL)

Keterlibatan aktif para orang tua dalam barisan hadrat diakui sebagai bentuk tanggung jawab moral. Tokoh masyarakat Negeri Tulehu, Ibrahim Ohorella, menyatakan bahwa generasi tua merasa terpanggil untuk ikut berpartisipasi langsung demi melestarikan budaya leluhur tersebut agar tidak punah dan dapat terus diwariskan kepada anak cucu di masa depan.

Secara esensi, Tradisi Abdau merupakan ritual sakral yang merefleksikan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan heroisme masyarakat Negeri Tulehu. Tradisi yang identik dengan perebutan bendera hijau bertuliskan kalimat tauhid ini menjadi simbol keteguhan iman serta ikatan tali silaturahmi yang kuat antarwarga, di mana mereka saling merangkul dan menopang satu sama lain dalam satu barisan.

Hakekat dari Abdau sendiri merupakan perwujudan dari rasa syukur, penyucian diri, dan ketaatan kepada Allah SWT yang bertepatan dengan momen kurban. Melalui gerakan teatrikal yang penuh energi dan spiritualitas, tradisi ini menegaskan kembali komitmen kolektif masyarakat Tulehu untuk menjaga persatuan negeri serta melestarikan warisan Islam-Maluku yang telah mengakar sejak zaman nenek moyang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....