Ketua PWI Maluku Ingatkan Wartawan Junjung Asas Keberimbangan & Akurasi Berita
- 14 Mei 2026 07:50 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon: Pentingnya menjaga keberimbangan dan akurasi berita dalam pemberitaan kembali diingatkan kepada seluruh insan pers di Maluku. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku, Alex Sariwating meminta wartawan tetap mengedepankan prinsip jurnalistik dengan menghadirkan informasi yang akurat, dan tidak memihak demi menjaga kepercayaan publik.
"Seorang wartawan harus bekerja sesuai kaidah jurnalistik dan kode etik. Berita yang dibuat wajib berimbang, mengedepankan fakta, serta memberikan ruang konfirmasi kepada semua pihak yang berkaitan dengan persoalan yang diberitakan," kata Alex saat diskusi bersama para Jurnalis di Ambon, kemarin.
Ia menyatakan, prinsip cover both sides merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media. Sebab, pemberitaan yang tidak berimbang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga memicu konflik di tengah masyarakat.
Selain itu, wartawan juga diminta tidak mudah terpengaruh opini yang berkembang di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Sebab tanggung jawab utama pers adalah menghadirkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan sampai wartawan justru ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Verifikasi dan konfirmasi itu wajib dilakukan sebelum berita dipublikasikan," ujarnya
Alex berharap seluruh wartawan di Maluku dapat terus menjaga integritas profesi dengan menaati Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik sehingga pers tetap menjadi pilar informasi yang dipercaya masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Maluku, Fredoom Toumahuw menyoroti maraknya media online yang lebih mengutamakan kecepatan publikasi dibanding ketepatan dan akurasi informasi.
Toumahuw bilang, dalam banyak pemberitaan, terutama terkait suatu kasus, masih minim upaya konfirmasi dan check and balance terhadap pihak-pihak terkait.
"Memang saat ini banyak media online yang lebih mengutamakan kecepatan mempublikasikan berita, tetapi kurang mempertimbangkan aspek ketepatan dan akurasi. Dalam pemberitaan kasus misalnya, hampir tidak ada upaya konfirmasi maupun check and balance," ucapnya
Ia menegaskan, konfirmasi terhadap pihak terkait sangat penting dilakukan, baik dalam pemberitaan dugaan penyelewengan anggaran maupun dugaan tindak pidana lainnya.
“Itu penting. Wartawan harus selalu punya itikad baik untuk melakukan konfirmasi terhadap setiap pemberitaan yang menyangkut sebuah kasus,” ujarnya.
Toumahuw menambahkan, seorang wartawan harus menjunjung tinggi etika profesi sebagai pegangan utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Selain Undang-Undang Pers, wartawan juga memiliki Kode Etik Jurnalistik dan kode perilaku wartawan. Tiga hal ini harus menjadi acuan dan payung dalam kerja-kerja jurnalistik,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....