BI: Penting Literasi Keuangan  Hadapi  Perkembangan Ekonomi Digital

  • 12 Mei 2026 12:40 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Sebagai wujud nyata penguatan sinergi antara Bank Indonesia dan Perguruan Tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku menggelar kegiatan Like It atau Literasi Keuangan Indonesia Terdepan. Kegiatan digelar BI Maluku bekerja sama dengan OJK Maluku dan Kemenkeu Maluku, berlangsung di Aula Rektorat Unpatti Ambon, Selasa 12 Mei 2026.

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Rahmat Pratama mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah positif untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin bijak dan cerdas dalam mengelola keuangan demi mendukung pembangunan ekonomi.

"Sangat penting literasi keuangan bagi generasi muda di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat,"tegas Rahmat.

Rahmat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan permohonan maaf dari Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BI Maluku yang berhalangan hadir.

Kegiatan ini dihadiri ratusan mahasiswa dari Unpatti Ambon, Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon dan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM)

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas literasi kebanksentralan, memperkuat ekosistem pendidikan dan riset, serta mendorong pemberdayaan generasi muda di Maluku.

Maluku jelas Rahmat, memiliki potensi besar, mulai dari sumber daya alam, kelautan, pariwisata hingga kualitas generasi mudanya. Kondisi itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Maluku yang mencapai 5,16 persen year on year (yoy) pada Triwulan I 2026.

Capaian tersebut perlu terus dijaga agar mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan, termasuk keputusan dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Rahmat menilai masih banyak masyarakat yang memiliki penghasilan cukup, namun belum mampu mengelola keuangan secara baik.

Di sisi lain, ada generasi muda yang mulai belajar menabung, menyusun perencanaan keuangan hingga berinvestasi sejak dini.Ketika seseorang memahami cara pengelolaan uang yang baik, maka akan menjadi lebih bijak dalam menggunakan pendapatan, tidak mudah konsumtif, dan mulai memikirkan masa depan.

"Kebiasaan sederhana seperti menabung dan mengatur pengeluaran dapat membentuk budaya investasi dan semangat membangun usaha.Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja,"jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi penggerak pembangunan daerah di tengah kemudahan akses investasi dan layanan keuangan digital.Literasi keuangan menjadi fondasi penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Kantor Perwakilan BI Maluku turut melakukan kick off Program Pendidikan Kebanksentralan bersama Unpatti Ambon dan Universitas Kristen Indonesia Maluku.

Program tersebut mencakup edukasi kebanksentralan dan bantuan pendidikan sebagai upaya mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul di Maluku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....